Berita

M. Qadari (baju kuning)/RMOL

Politik

Pengamat: Demokrat Ibarat Roh Gentayangan

SABTU, 02 NOVEMBER 2019 | 11:19 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Partai Demokrat ibarat roh yang bergentayangan. Hal ini menyusul posisi partai besutan SBY itu dalam konstelasi politik di antara pemerintah dan oposisi.

Begitu disampaikan pengamat politik yang juga Direktur Eksekutif Indo Barometer M. Qadari dalam diskusi Populi Center bertajuk "Memaknai Pelukan Politik PKS dan Nasdem" di Kedai Sirih Merah, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (2/11).

"Demokrat dalam konstelasi politik Indonesia adalah roh gentayangan. Masuk 01 susah, masuk 02 juga susah," kata Qadari.


Dia berpandangan, saat ini atau mungkin ke depan konfigurasi politik hanya akan ada dua poros yakni Gondangdia yang dimotori oleh Nasdem dan Teuku Umar dengan PDIP sebagai leadernya.

Sebelumnya, Ketua DPP Partai Demokrat Jansen Sitindaon dalam akun twitter pribadinya menyatakan kesiapan pihaknya untuk berada di luar pemerintahan. Menurut dia, Demokrat sudah terlatih menjadi oposan.

"Prinsipnya @PDemokrat siap dimanapun. Jikapun jadi oposisi 5 tahun ini semua kader termasuk saya toh sudah terlatih untuk itu," kata Jansen dalam cuitannya, Rabu (23/10).

Jansen mengatakan, pihaknya tetap memberikan selamat kepada para menteri yang dipilih oleh Presiden Jokowi.

Lebih jauh, Jansen menegaskan apabila para menteri tidak becus perlu dikritik. Pun sebaliknya, jika memang para menteri ini dinilai baik dalam kinerjanya tidak perlu dikritik.

"Selamat bekerja #KabinetIndonesiaMaju. Presiden @jokowi sudah memilih kabinetnya kita hargai itu. Kita lihat nanti. Penting kita beri kesempatan dulu kabinet ini bekerja. Kalau kinerjanya baik ngapain juga kita kritisi kan," demikian Jansen.

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

BPOM Terbitkan Aturan Baru untuk Penjualan Obat di Minimarket

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:01

Jaksa KPK Endus Ada Makelar Kasus dalam Kasus Bea Cukai

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:59

Kapolri Dianugerahi Tanda Kehormatan Adhi Bhakti Senapati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:50

Komisi XIII DPR Desak LPSK Lindungi Korban Kasus Ponpes Pati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:39

Pengembangan Koperasi di Luar Kopdes Tetap jadi Prioritas

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20

AS Galang Dukungan PBB untuk Tekan Iran di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Komdigi Lakukan Blunder Kuadrat soal Video Amien Rais

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06

Menteri PU: Pejabat Eselon I Diisi Putra dan Putri Terbaik

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:58

RI Jangan Lengah Meski Konflik Timur Tengah Mereda

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:45

Selengkapnya