Berita

Menkes Terawan/Net

Jaya Suprana

Permohonan Kepada Menkes

JUMAT, 01 NOVEMBER 2019 | 18:40 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

AKIBAT terhanyut arus gelombang semangat kebanggaan nasional maka saya senantiasa berupaya menanggulangi gangguan jantung, batu ginjal, batu empedu, psoriasis dll yang saya derita bukan di rumah sakit luar negeri namun di dalam negeri tercinta saya sendiri.

Ayah

Meski dianggap bodoh oleh berbagai pihak yang meyakini pelayanan kesehatan di luar negeri jauh lebih baik, saya tetap menyarankan agar ayah saya melakukan operasi katarak mata di rumah sakit dalam negeri Indonesia dengan dokter mata terbaik di dalam negeri Indonesia. Alhasil akhirnya satu mata ayah saya menjadi buta akibat pelaksanaan operasi katarak secara tidak benar oleh dokter spesialis mata yang konon terbaik di Tanah Air Udara tercinta saya sendiri ini.


Adik Sepupu

Ketika mendadak menderita gangguan saluran pernafasan cukup berat sampai sulit bernafas, adik saya dirawat di rumah sakit yang dianggap terbaik dan tim dokter spesialis yang dianggap terbaik di persada Nusantara. Setelah nyaris seminggu memperoleh perawatan di rumah sakit dalam negeri ternyata adinda saya alih-alih sembuh malah terjerumus ke kondisi kritis yang memustahilkan dirinya bernafas tanpa bantuan respirator sehingga harus dirawat di unit gawat darurat. Akhirnya keluarga memutuskan menggunakan pesawat terbang ambulans untuk membawa adik saya dalam kondisi kritis ke Singapura demi memperoleh perawatan lebih lanjut di rumah sakit dan tim dokter Singapura.

Ternyata setelah dilakukan pemeriksaan ulang, tim dokter Singapura menemukan bukti bahwa tim dokter Indonesia melakukan kesalahan diagnosa, maka memberikan perawatan yang salah. Alhasil paru-paru adik saya mengalami kerusakan sangat parah akibat kekeliruan terapi akibat kekeliruan diagnosa.

Hak Asasi Konsumen

Saya sengaja tidak menulis nama para rumah sakit dan para dokter yang merawat ayah dan adik sepupu saya di Indonesia, sebab tujuan saya menulis naskah ini bukan mendiskreditkan pihak tertentu di negeri saya sendiri. Naskah ini saya tulis sebagai ungkapan harapan agar para rumah sakit dan para dokter di Indonesia berkenan melakukan mawas diri kemudian koreksi diri demi secara radikal memperbaiki mutu pelayanan kesehatan di Indonesia yang memang terbukti buruk.

Dengan melakukan operasi mata maupun diagnosa penyakit secara keliru terbukti bahwa mutu pelayanan kesehatan di Indonesia belum mampu memenuhi tuntutan hak asasi konsumen untuk memeroleh produk jasa pelayanan kesehatan yang tepat, benar dan aman sehinga tidak membahayakan kesehatan, apalagi nyawa para pasien. Tanggung jawab profesi para dokter dan lembaga rumah sakit memang berat, sebab terkait dengan bukan saja kesehatan namun bahkan keselamatan nyawa manusia.

Memohon


Kebetulan secara pribadi saya mengenal Dr. dr. Terawan Agus Putranto sebagai seorang tokoh kesehatan kelas dunia yang memiliki semangat profesionalisme serta tanggung jawab yang besar terhadap mutu pelayanan kesehatan nasional.

Maka dengan penuh kerendahan hati saya memberanikan diri memohon kepada Dr. dr. Terawan Agus Putranto yang baru saja dilantik sebagai Menteri Kesehatan Republik Indonesia berkenan memimpin, membimbing dan mendisiplinkan para penatalaksana pelayanan kesehatan nasional Indonesia meningkatkan profesionalisme pelayanan kesehatan demi menghormati hak asasi konsumen memeroleh produk jasa pelayanan kesehatan secara tepat, benar dan aman sehingga tidak membahayakan kesehatan apalagi nyawa para pasien.

(Penulis adalah rakyat yang mendambakan mutu pelayanan kesehatan nasional terbaik sesuai teks lagu kebangsaan: Bangunlah Jiwanya, Bangunlah Raganya, Demi Indonesia Raya)

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

Nilai TKA Siswa SD-SMP Jeblok, Program MBG Dipertanyakan

Senin, 01 Juni 2026 | 02:30

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Blusukan Jokowi Sulit Naikkan Suara PSI, Apalagi Goyang PDIP

Senin, 01 Juni 2026 | 04:00

UPDATE

PBB Dorong Implementasi Segera Prinsip Bisnis Berbasis HAM di Indonesia

Kamis, 04 Juni 2026 | 02:05

Membongkar Praktik Haram MBG

Kamis, 04 Juni 2026 | 02:00

Indonesia Sedang Hadapi Perang Sumber Daya

Kamis, 04 Juni 2026 | 01:34

Berantas Korupsi di BGN jadi Bukti Prabowo Jalankan Amanat Reformasi 98

Kamis, 04 Juni 2026 | 01:28

Warga Tuntut Pengurus P3SRS Apartemen Taman Rasuna Diberhentikan

Kamis, 04 Juni 2026 | 01:07

Pemuda Katolik Dukung Kejagung Bersih-bersih BGN

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:40

Ketua SC Muktamar X PPP Ngaku Borong Kamar Lantai 10 untuk Persidangan

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:17

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Dadan Hindayana Cs Terlalu Berani Korupsi!

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:02

Badko HMI Sultra Laporkan Dua Perusahaan Tambang ke Kejagung

Rabu, 03 Juni 2026 | 23:50

Selengkapnya