Berita

Surya Paloh saat menemui Presiden PKS beberapa waktu lalu/Net

Politik

Manuver Surya Paloh Tunjukkan Kekecewaannya Kepada Jokowi dan Megawati

JUMAT, 01 NOVEMBER 2019 | 13:26 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Safari politik Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh ke sejumlah petinggi partai yang tidak mendapatkan jatah kursi di Kabinet Indonesia Maju bukan sesuatu yang biasa. Karena hal itu makin menunjukkan kekecewannya kepada Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputeri.

Diketahui, beberapa hari lalu Surya Paloh menemui Presiden PKS Shohibul Iman. Kini, agenda terdekat Surya Paloh adalah bertemu Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan DPP PAN.

"Nasdem kecewa dengan Jokowi, dengan Megawati juga. Nah kekecewaan itu disalurkan salah satunya berkomunikasi dengan pihak yang ada di luar pemerintahan," kata pengamat politik dari Universitas Al-Azhar Indonesia, Ujang Komarudin kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (1/11).


Direktur Eksekutif Indonesia Political Review ini menyebut, kekecewaan Surya Paloh itu lantaran slot Kejaksaan Agung (Kejagung) bukan dari Nasdem melainkan PDI-P. Karena itulah kekecewaan Paloh memuncak.

"Karena Jaksa Agung diambil PDIP," lanjut Ujang.

Kendati begitu, Ujang meyakini Partai Nasdem akan tetap berada di dalam pemerintahan Jokowi-Maruf selama lima tahun ke depan.

"Nasdem mungkin masih wait and see. Melihat situasi politik ke depan. Namun saat ini Nasdem masih tetap ada dalam Koalisi Jokowi. Tapi berteman dengan oposisi," demikian Ujang.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

UPDATE

Selamatkan Aset Negara, UIN Jakarta Jalankan Integrasi SMA/SMK Triguna

Sabtu, 04 Juli 2026 | 02:16

KPK Sita Uang Rp1 Miliar Lebih dan Puluhan Kg Platinum Hasil Korupsi Bupati Langkat

Sabtu, 04 Juli 2026 | 02:00

UI Angkat Bicara soal Kajian LGBT Mahasiswa, Begini Tanggapannya

Sabtu, 04 Juli 2026 | 01:48

Kronologi OTT Bupati Langkat, Mantan Anggota DPRD Sumut jadi Kurir Uang Suap

Sabtu, 04 Juli 2026 | 01:32

Badko HMI Sulbar Siap Kawal Kasus Kapolres Pasangkayu

Sabtu, 04 Juli 2026 | 01:16

Bupati Langkat juga Terima Cuan Jual Beli Jabatan Camat hingga Kepsek, Segini Nilainya

Sabtu, 04 Juli 2026 | 00:56

Sinergi Kemensos-ITB Visi Nusantara Serap Lulusan Sekolah Rakyat

Sabtu, 04 Juli 2026 | 00:37

Bupati Langkat Diduga Minta Fee 17 Persen ke Timses Usai Raup Proyek Rp10,2 Miliar

Sabtu, 04 Juli 2026 | 00:12

Arief Poyuono Apresiasi Danantara Gandeng KPK Bersih-bersih BUMN

Sabtu, 04 Juli 2026 | 00:03

Bupati Langkat Syah Afandin dan Tim Sukses Tersandung Kasus Suap

Jumat, 03 Juli 2026 | 23:48

Selengkapnya