Berita

Geoglif/Net

Jaya Suprana

Para Geoglif Planet Bumi

JUMAT, 01 NOVEMBER 2019 | 08:28 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

NASKAH “Misteri Geoglif Nazca” memperoleh berbagai tanggapan dari para pemerhati kebudayaan dunia. Banyak yang mempertanyakan apakah geoglif hanya berada di Peru. Maka saya merasa perlu lanjut menulis tentang geoglif yang memang ternyata tidak hanya berada di kawasan Nazca, Peru.

Inggris
Geoglif pertama yang saya saksikan dengan mata kepala sendiri adalah figurasi ukuran besar yang diukir di bukit dekat dusun Cerne Abbas di kawasan Dorset, Inggris. Geoglif Cerne Abbas relatif muda usia sebab baru dibuat pada abad XVII dan menjadi cepat tersohor karena menggambarkan seorang raksasa lengkap dengan penis sedang ereksi.

Sementara di Uffington, Oxfordshire yang terletak tidak terlalu jauh dari Cerne Abbas, ditemukan sebuah geoglif yang diduga lebih tua usia ketimbang raksasa Cerne Abbas menampilkan ukiran bumi figuratif skala kolosal yang diberi julukan Kuda Putih Uffington. Meski ada yang menafsirkannya sebagai kucing sebab di moncong ada bulu-bulu.

Sementara di Uffington, Oxfordshire yang terletak tidak terlalu jauh dari Cerne Abbas, ditemukan sebuah geoglif yang diduga lebih tua usia ketimbang raksasa Cerne Abbas menampilkan ukiran bumi figuratif skala kolosal yang diberi julukan Kuda Putih Uffington. Meski ada yang menafsirkannya sebagai kucing sebab di moncong ada bulu-bulu.

Australia, Timur Tengah, Amerika

Di tengah gurun pasir di pedalaman Australia, ditemukan sebuah geoglif menampilkan seorang lelaki berburu dengan melempar tongkat yang diberi julukan Marree Man. Geoglif Marre Man bahkan dianggap sebagai geoglif terbesar nomor dua di planet bumi ini yang oleh para arkeolog disepakati baru dibuat pada zaman modern.

Namun asal-usul, makna dan tujuan dibuat dan oleh siapa yang membuat masih merupakan misteri, sebab hanya ada satu jalur masuk-keluar ke situs tersebut tanpa ada jejak kaki atau kendaraan di sekitar Marree Man.

Sebuah foto udara telah mengungkapkan fakta bahwa ternyata geoglif bermotif roda tersebar di berbagai kawasan Arab Saudi, Suriah, dan Yordania yang diduga malah lebih tua usia ketimbang para geoglif di Peru meski tentu saja juga tidak atau belum diketahui oleh siapa dibuat dan untuk apa dibuat.

Sebuah geoglif antropomorfik juga ditemukan di gurun Colorado di kawasan Blythe, California yang dibuat dengan mengerik lapisan batuan gelap demi menampilkan lapisan batuan yang lebih terang di bawahnya. Figurasi yang diciptakan oleh kaum Mojave dan Quechan sekitar tahun 1000 Masehi secara kebetulan ditemukan pada tahun 1932 oleh seorang pilot pesawat terbang yang terbang di atasnya.

Paracas
Tak jauh letak dari kawasan Nazca, pada sisi utara Semenanjung Paracas di Teluk Pisco, Peru ditemukan sebuah geoglif monumental menampilkan figurasi berbentuk kandelabra yang diduga dibuat sekitar abad ke-2 sebelum Masehi.

Teori spekulatif berlimpah antara lain legenda setempat menyatakan bahwa geoglif Paracas itu merupakan penangkal petir atau pelayan dewa Viracocha atau tanda untuk para pelaut atau representasi simbolis tanaman halusinogen yang disebut sebagai jimson gulma.

Indonesia

Menyimak sekian banyak fakta eksistensi geoglif di berbagai lokasi planet bumi ini, saya yakin bahwa sebenarnya geoflif juga hadir di bumi Indonesia. Hanya saja, memang saya belum mengetahuinya atau para arkeolog belum menemukannya atau para arkeolog sudah menemukannya namun saya belum mengetahuinya.

Atau juga mungkin bisa saja akan ada warga Indonesia yang kreatif membuat mahakarya geoglif baru di bumi Indonesia ini.

Penulis adalah pembelajar kebudayaan dunia.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

OKI Kecam Serangan Houthi ke Makkah dan Madinah

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:17

Jakarta Running Festival Jadi Role Model Ajang Lari Nasional

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:01

Carbon Capture di Petrokimia Gresik Berpeluang Kurangi Impor Soda Ash

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:47

KPK Bantah Kembali Sita Uang Rp40 Juta dari Salah Satu PCNU Terkait Muktamar NU

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:27

Mantan Panglima TNI Pertama dari Angkatan Laut Widodo AS Wafat

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:12

Aksi Iklim Lintas Iman Desak Siklus Karhutla Tahunan Segera Diputus

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:02

Akuisisi Saham BYAN Haji Isam Sejalan dengan UU Minerba

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:44

Bill Gates: AI Bisa Picu Gejolak Ekonomi dan Sosial Selama 20 Tahun

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:43

Kehadiran Kopdes Bawa Harapan untuk Ekonomi Desa

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:19

Pesantren Didorong Ikut Terlibat dalam Pencegahan Karhutla

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:05

Selengkapnya