Berita

Mahfud MD/Net

Politik

Diluruskan Mahfud MD, Pemerintah Tidak Pernah Menuduh Islam Adalah Radikal

JUMAT, 01 NOVEMBER 2019 | 04:38 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Radikalisme yang diperangi pemerintah bukan umat Islam. Melainkan perang terhadap paham yang ingin mengganti dasar dan ideologi negara dengan cara melawan aturan-aturan.

Radikalisme ini merusak cara berpikir generasi baru yang menyebabkan anak punya pikiran bahwa bernegara seperti ini dan berkonstitusi seperti ini salah.

Begitu tegas Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD usai Rapat Terbatas, di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (31/10). Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini yakin bahwa mayoritas umat Islam akan menolak radikalisme.


“Itu siapapun, orang Islam atau bukan orang Islam kalau melakukan hal itu adalah radikal,” tegasnya.

Mahfud menegaskan bahwa pemerintah selama ini tidak sedang memerangi umat Islam. Pemerintah, sambungnya, juga tidak pernah menuduh bahwa Islam adalah radikal.

“Tetapi kita menangani orang-orang radikal, tidak peduli itu Islam atau tidak,” sambungnya.

Untuk itu, dia meminta kepada umat Islam Indonesia tidak tersinggung jika pemerintah menyatakan tengah memerangi radikalisme.

“Karena umat Islam enggak dituduh radikal. Siapa yang menuduh umat Islam radikal kan tidak ada,” ujarnya seperti dikutip laman Setkab.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya