Berita

Arsul Sani/RMOL

Politik

Uji Kelayakan Kapolri Bukan Rapat Pengawasan, Tidak Tepat Bahas Kasus Novel

KAMIS, 31 OKTOBER 2019 | 00:53 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Kasus penyiraman air keras yang dialami penyidik senior KPK, Novel Baswedan sama sekali tidak disinggung dalam uji kepatutan dan kelayakan calon Kapolri Komjen Idham Azis.

Dalam ujian tersebut, Idham secara aklamasi disepakati Komisi III DPR sebagai kapolri menggantikan Tito Karnavian yang kini menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri.

Anggota Komisi III, Arsul Sani menjelaskan bahwa kasus Novel memang tidak mungkin dibahas dalam ujian tersebut.


"Ini fit and proper test, bukan raker pengawasan. Jadi tidak tepat bahas kasus per kasus, yang kita bahas adalah hal makro," ujar Arsul di Gedung Nusantara II, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (30/10).

Arsul menyebut dalam uji kepatutan dan kelayakan ditujukan untuk menggali visi misi calon kapolri. Termasuk juga, gambaran rencana kerja.

Meski kasus Novel tidak ditanya spesifik, kata dia, anggota Komisi III juga menyinggung bagaimana cara kordinasi Polri dengan penegak hukum lain. Salah satunya adalah KPK.

"Makanya pertanyaan saya tadi itu terkait dengan koordinasi dengan lembaga penegak hukum lain, termasuk Kuningan (KPK)," tegas politisi PPP itu.

Dalam ujian tersebut, Idham Azis mengaku memang koordinasi sudah dilakukan. Tetapi, memang ada kesulitan ketika ada beberapa pihak yang mengedepankan ego.

"Sebenernya selama ini koordinasi memang gampang sekali diomongkan, tetapi dalam pelaksanaannya yang susah," kata Idham.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Mengejar Halusinasi 2045: Mengapa Ekonomi Hanya Bisa Tegak di Atas Literasi

Senin, 27 April 2026 | 14:15

Penerjemah Bible Dibakar Hidup-hidup pada Zaman Renaisans Eropa

Senin, 27 April 2026 | 14:07

Bitcoin Melaju Mendekati 80.000 Dolar AS

Senin, 27 April 2026 | 14:06

Luar Biasa Kiandra, Start ke-17, Finis Pertama

Senin, 27 April 2026 | 13:59

Digitalisasi dan Green Dentistry, Layanan Kesehatan Gigi yang Minim Limbah

Senin, 27 April 2026 | 13:46

Usul KPK Berpotensi Paksa Capres Harus Kader Parpol

Senin, 27 April 2026 | 13:43

Pemda Didorong Lakukan Creative Financing

Senin, 27 April 2026 | 13:36

Citra Negatif Bahlil di Dalam Negeri Pengaruhi Negosiasi Energi Presiden?

Senin, 27 April 2026 | 13:35

Qodari Respons Isu Dilantik Jadi Kepala Bakom: Itu Hak Prerogatif Presiden

Senin, 27 April 2026 | 13:30

Selengkapnya