Berita

Surya Paloh dan Sohibul Iman berpelukan/Ist

Politik

Presiden PKS: Beda Pilihan Politik Bukan Alasan Bermusuhan

RABU, 30 OKTOBER 2019 | 23:38 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Perbedaan dalam pilihan politik bukan alasan untuk bermusuhan. Setiap partai harus tetap berikhtiar untuk bisa membangun demokrasi yang lebih baik dan sehat.

Begitu tegas Presiden PKS Sohibul Iman usai menjamu Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh di kantor DPP PKS, Jakarta Selatan, Rabu (30/10).

"Kita ingin menegaskan bahwa pertemuan ini dalam rangka ikhtiar. Kita sebagai sesama partai politik untuk bisa membangun demokrasi yang lebih sehat," ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi.


Kebersamaan dalam perbedaan pilihan politik, sambungnya, jangan dinilai sebagai sesuatu yang negatif. Perbedaan itu merupakan sesuatu yang positif untuk iklim demokrasi Indonesia.

”Kami harapkan perbedaan pilihan politik ini menjadi sumbangan dari kedua partai ini sebagai pendidikan politik Indonesia, semoga hal yang sama bisa diikuti oleh partai lainnya,” harapnya.

Bagi PKS, kata Sohibul, perbedaan pilihan politik tidak boleh menghambat sinergitas dalam membangun bangsa. Dalam hal ini, sambungnya, pimpinan PKS dan Nasdem bersepakat bahwa demokrasi membutuhkan adanya check and balance yang berjalan dengan baik.

"Saya pikir kita semua sepakat, demokrasi yang sehat adalah demokrasi yang membutuhkan check and balance. Kedua, pemerintah yang sehat adalah pemerintah yang bisa menerima pemikiran-pemikiran yang mengkritisi," ungkapnya.
 
Surya Paloh datang dengan mengendarai bus. Dia datang didampingi oleh Sekjen Jhony Plate; Bendum, Ahmad Ali; Ketua DPP, Rachmad Gobel; Taufik Basari, Hasan Aminudin, Willy Aditya, Martin Manurung, Zulfan Lindan, Sugeng Suparwoto, Taufiqulhadi, Sekjen Fraksi Saan Mustofa dan Lestary Moerdijat.

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

BPOM Terbitkan Aturan Baru untuk Penjualan Obat di Minimarket

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:01

Jaksa KPK Endus Ada Makelar Kasus dalam Kasus Bea Cukai

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:59

Kapolri Dianugerahi Tanda Kehormatan Adhi Bhakti Senapati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:50

Komisi XIII DPR Desak LPSK Lindungi Korban Kasus Ponpes Pati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:39

Pengembangan Koperasi di Luar Kopdes Tetap jadi Prioritas

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20

AS Galang Dukungan PBB untuk Tekan Iran di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Komdigi Lakukan Blunder Kuadrat soal Video Amien Rais

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06

Menteri PU: Pejabat Eselon I Diisi Putra dan Putri Terbaik

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:58

RI Jangan Lengah Meski Konflik Timur Tengah Mereda

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:45

Selengkapnya