Berita

Ketum Nasdem Surya Paloh ke PKS/RMOL

Politik

Surya Paloh Buka Opsi Nasdem Geser Ke Oposisi

RABU, 30 OKTOBER 2019 | 22:50 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Ketua Umum (Ketum) Partai Nasdem, Surya Paloh mengaku tidak membahas dukung mendukung ataupun menjadi oposisi pemerintahan Jokowi-Maruf saat bertemu dengan pimpinan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Dalam pertemuan bersama pimpinan PKS, kata Surya, dia menandatangani tiga poin kesepemahaman antara PKS dan Nasdem.

"Enggak ada, kita enggak bahas oposisi atau pun masalah pendukung pemerintah dalam koalisi pemerintahan, kita bicara bagaimana agenda besar untuk bersama memajukan negeri ini," ucap Surya Paloh di Kantor DPP PKS, Jalan TB Simatupang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan pada Rabu (30/10).


Surya Paloh menambahkan, ia bersama PKS ingin menekankan agar pertemuannya dimaknai sebagai proses pendidikan politik yang mengandung nilai dan etika moralitas bagi tatanan kehidupan berbangsa.

"Salah satu bagaimana lebih menekankan proses pendidikan politik, itu yang kami bicarakan tadi," tuturnya.

Meski demikian, ia tak menepis akan menjadi oposisi pemerintahan Jokowi-Maruf. Bahkan kemungkinan tersebut juga akan terjadi pada PKS yang akan menjadi koalisi.

"Memang sekarang ini bukan masalah, ada kemungkinan akan berhadapan dengan pemerintah atau tidak. Seluruh kemungkinan kan ada saja," tegasnya.

"Sama saja PKS di luar kan ada kemungkinan bisa jadi ada di dalam. Siapa bilang tidak ada? Kita tidak tau itu kapan. Tapi probability, teori kemungkinan itu di mana saja, tetapi semuanya harus dilakoni dengan pikiran yang sehat dan yang baik," pungkasnya.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

DJP Blokir Rekening 57 Penunggak Pajak, Nilainya Tembus Rp80 Miliar

Sabtu, 04 Juli 2026 | 12:08

Rakernas Haji Bahas Dua PR Besar: Kesehatan Jemaah dan Layanan Mina

Sabtu, 04 Juli 2026 | 11:58

MUI: LGBT dan Koruptor Itu Pelanggar HAM Berat!

Sabtu, 04 Juli 2026 | 11:51

Komisi XIII DPR Dukung Prabowo Terbitkan Perpres Tata Kelola Koperasi Merah Putih

Sabtu, 04 Juli 2026 | 11:32

Kondisi Korban Penyekapan Mau Print Membaik, Namun Trauma Masih Membekas

Sabtu, 04 Juli 2026 | 11:13

Komisi XIII DPR Soroti Dugaan Tambang Tanpa AMDAL: Ini Negara Apa?

Sabtu, 04 Juli 2026 | 10:57

Harga Emas Antam Terbang Rp19.000 di Akhir Pekan, Satu Gram Jadi Rp2,67 Juta

Sabtu, 04 Juli 2026 | 10:35

IHSG Sepekan Melemah, Nilai Transaksi Anjlok Hampir 36 Persen

Sabtu, 04 Juli 2026 | 10:33

Skema Modal BPR Lebih Fleksibel, OJK Tegaskan Sanksi bagi Pelanggar

Sabtu, 04 Juli 2026 | 09:57

Kapolda Metro Jaya Bentuk Tim Terpadu Tangani Kasus Penyekapan Karyawan Mau Print

Sabtu, 04 Juli 2026 | 09:42

Selengkapnya