Berita

Dirjen Kerjasama ASEAN Jose Antonio (kanan)/RMOL

Politik

Diselenggarakan Besok, Ini Agenda Indonesia Di KTT ASEAN

RABU, 30 OKTOBER 2019 | 16:00 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Besok, negara-negara anggota ASEAN akan berkumpul di Bangkok untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN ke-35. Berbagai isu dan kepentingan akan dihadirkan tidak hanya oleh negara anggota, namun juga negara-negara mitra di atas meja.

Direktur Jenderal (Dirjen) Kerjasama ASEAN, Jose Antonio Morato Tavares di Kemenlu  menyebutkan ada banyak agenda yang akan dibahas dalam KTT kali ini.

Selain membahas tiga pilar ASEAN, yaitu komunitas ekonomi, komunitas sosial-budaya, dan komunitas politik-keamanan, juga akan ada ASEAN-China Summit, ASEAN-India Summit, dan ASEAN-United Nations Summit, serta berbagai sub-agenda lain yang melibatkan berbagai kementerian terkait.


Menurut Jose, ada beberapa isu utama akan diangkat oleh Indonesia dalam KTT kali ini, salah satunya adalah rancangan Indonesia mengenai kerja sama antara ASEAN dan negara-negara Pasifik.

"Perkiraan kami, isunya ASEAN Outlook on IndoPacific karena kita tahu tahun lalu Presiden (Joko Widodo) sudah sampaikan kepada negara-negara mitra  bahwa ASEAN sedang merancang satu outlook tentang InfoPacific," ujar Jose Di Kantor Kemenlu, Jalan Pejambon, Jakarta Pusat, Rabu (30/10).

Dia menambahkan, tahun ini sudah waktunya bagi Indonesia untuk mengimplementasikan hal tersebut. Bahkan 2020 nanti, Indonesia mempunyai gagasan untuk menyelenggarakan ASEAN IndoPacific Infrastructure and Connectivity Forum.

Lebih lanjut, Jose mengungkapkan ada isu lain yang kemungkinan besar akan diangkat oleh Indonesia seperti menyangkut RCEP (Regional Comprehensive Economic Partnership), Laut China Selatan, Rohingya, bencana dan penanggulangannya, serta sampah limbah beracun.

"Tapi itu tergantung pada saat presiden sudah berpidato," tutur Jose.

Presiden Jokowi sendiri direncanakan akan terbang ke Bangkok untuk ikut menghadiri KTT pada Sabtu (2/10).

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

BPOM Terbitkan Aturan Baru untuk Penjualan Obat di Minimarket

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:01

Jaksa KPK Endus Ada Makelar Kasus dalam Kasus Bea Cukai

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:59

Kapolri Dianugerahi Tanda Kehormatan Adhi Bhakti Senapati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:50

Komisi XIII DPR Desak LPSK Lindungi Korban Kasus Ponpes Pati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:39

Pengembangan Koperasi di Luar Kopdes Tetap jadi Prioritas

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20

AS Galang Dukungan PBB untuk Tekan Iran di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Komdigi Lakukan Blunder Kuadrat soal Video Amien Rais

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06

Menteri PU: Pejabat Eselon I Diisi Putra dan Putri Terbaik

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:58

RI Jangan Lengah Meski Konflik Timur Tengah Mereda

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:45

Selengkapnya