Berita

Warga Lebanon yang turun ke jalan untuk merayakan pengunduran diri PM Hariri/Al Jazeera

Dunia

Ratusan Warga Lebanon Turun Ke Jalan Rayakan Pengunduran Diri PM Hariri

RABU, 30 OKTOBER 2019 | 06:49 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Ratusan orang kembali turun ke jalanan ibukota Lebanon, Beirut pada Selasa (29/10). Berbeda dari biasanya, aksi kali ini diwarnai oleh sorak sorai. Mereka merayakan pengunduran diri Perdana Menteri Saad Hariri.

Bagi banyak pengunjuk rasa di Beirut, berita pengunduran diri Hariri adalah dorongan penting dalam gerakan protes anti-pemerintah yang berlangsung selama hampir dua minggu terakhir. Pengunduran diri Hariri itu adalah "kemenangan kecil".

Meski begitu, bukan berarti aksi protes akan serta merta berhenti dengan pengunduran diri Hariri. Para pengunjuk rasa menuntut lebih dari itu, yakni perombakan pemerintahan.


"Ini langkah pertama yang baik tetapi kami masih akan tetap di jalanan," kata seorang pengunjuk rasa, Pierre Mouzannar kepada Al Jazeera .

"Hariri adalah bagian dari masalah tetapi dia bukan sumber masalah. Saya tidak berpikir ada yang berpikir kita sudah selesai," sambungnya.

Aksi tersebut berlangsung hingga malam, ketika ratusan warga Lebanon berkumpul di Riad al-Solh Beirut untuk menyanyikan lagu kebangsaan secara bersama-sama.

"Ini mungkin pencapaian terbesar bagi generasi saya, menang dalam bentrokan tingkat ini dengan politisi kita," kata seorang insinyur, Nabil yang ikut ambil bagian dalam aksi tersebut.

Geklombang protes di Lebanon sendiri dilakukan oleh warga dari berbagai kalangan dan aliran sektarian serta aliran politik yang berbeda. Mereka berduyun-duyun turun ke jalan-jalan utama Beirut untuk menyerukan pengunduran diri pemerintah dan menuntut agar elit penguasa bertanggung jawab atas korupsi yang merajalela selama puluhan tahun.

Untuk sejumlah besar pengunjuk rasa, permintaan utama adalah pembentukan pemerintah ahli independen untuk membimbing negara melalui krisis ekonomi dan keuangan yang memburuk serta mengamankan layanan dasar seperti listrik dan air.

"Kami tidak ingin ada bagian dari kelas penguasa untuk menjadi bagian dari pemerintahan ini. Yang paling penting adalah menyingkirkan mereka semua, dan membentuk undang-undang pemilihan baru yang menghapuskan sektarianisme dan menjadikan Lebanon sebagai satu distrik," kata seorang mahasiswa hukum, Rafeef yang juga ikut ambil bagian dalam gelombang protes.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Telkom Cegah Kerusakan Terumbu Karang Lewat Program ‘Bisa Biru’

Rabu, 15 Juli 2026 | 18:05

Cak Imin dan Parpol Sahabat Ikut Merumput di Turnamen Minisoccer Harlah PKB

Rabu, 15 Juli 2026 | 17:38

Kebutuhan Dana B50 Capai Rp32,3 Triliun, BPDP Pastikan Kas Aman

Rabu, 15 Juli 2026 | 17:36

Baliho Ulang Tahun Jokowi Disoal, Pengamat Minta PPID Buka Dokumen Perizinan

Rabu, 15 Juli 2026 | 17:23

Kejagung Teken Tiga Sprindik Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah

Rabu, 15 Juli 2026 | 17:16

Zulhas Ungkap Dua Fungsi Utama Kopdes Merah Putih, Tegaskan Bukan Supermarket

Rabu, 15 Juli 2026 | 17:08

IHSG Sore Ini Menguat ke 6.041, Rupiah Ditutup Rp18.068 per Dolar AS

Rabu, 15 Juli 2026 | 17:00

Menpar Jamin Setiap Rupiah Anggaran Negara Dikelola Akuntabel

Rabu, 15 Juli 2026 | 16:51

Sentuhan Teknologi Digital Mudahkan Masyarakat Ikuti Gerakan Sedekah Subuh

Rabu, 15 Juli 2026 | 16:48

Curiga Ada Intervensi Jelang Musda Demokrat Aceh, Kader Kirim Surat Terbuka ke AHY

Rabu, 15 Juli 2026 | 16:47

Selengkapnya