Berita

Rizal Ramli/Net

Politik

Rizal Ramli: Kebebasan Akademik Pondasi Penting Kurangi Pikiran Radikalisme

RABU, 30 OKTOBER 2019 | 03:24 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Isu mengenai radikalisme terus muncul setelah susunan menteri di Kabinet Indonesia Maju diumumkan dan dilantik Presiden Joko Widodo.

Tokoh nasional, DR Rizal Ramli menilai bahwa isu radikalisme yang didengungkan pemerintah bukan hal yang aneh. Menurutnya, isu ini akan terus dimainkan dalam setahun pemerintahan Joko Widodo-Maruf Amin.

Tujuannya, sambung Menko Perekonomian era Presiden Abdurrahman Wahid itu adalah untuk menutupi peforma ekonomi yang diprediksi bakal kembali memburuk di tahun ini. Baca: Rizal Ramli Yakin Radikalisme Terus Digoreng Demi Tutupi Masalah Ekonomi


Terlepas dari itu, pria yang akrab disapa RR itu turut memberi pandangan mengenai radikalisme. Baginya, segala bentuk kekerasan oleh siapapun memang harus dihindari.

“Harus ditindak secara adil,” tegasnya dalam akun Twitter pribadi, Selasa (29/10).

Dia kemudian mengurai satu pondasi yang bisa meminimalisasi merebaknya pikiran radikalisme di masyarakat. Pondasi itu adalah penciptaan ruang bagi kebebasan akademik.

“Kebebasan akademik adalah salah satu pondasi penting agar berbagai pikiran radikalisme bisa dikurangi,” urai mantan Menko Kemaritiman itu.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

UPDATE

Naming Rights Halte untuk Parpol Dinilai Politisasi Ruang Publik

Rabu, 15 April 2026 | 12:19

Iran Taksir Kerugian Akibat Serangan AS-Israel Capai Rp4.300 Triliun

Rabu, 15 April 2026 | 12:13

Prima Sebut Wacana PDIP Gaji Guru Rp5 Juta Ekspektasi Semu

Rabu, 15 April 2026 | 12:12

Kasus Pelecehan di FHUI Jadi Ujian Integritas Kampus

Rabu, 15 April 2026 | 12:06

Temui Dubes UEA, Waka MPR Pacu Investasi dan Transisi Energi

Rabu, 15 April 2026 | 11:52

IPC TPK Sukses Kelola 850 Ribu TEUs di Awal 2026

Rabu, 15 April 2026 | 11:41

Diduga Dianiaya Senior, Anggota Samapta Polda Kepri Tewas

Rabu, 15 April 2026 | 11:34

Auditor BPKP Ungkap Kerugian Pengadaan Chromebook Terjadi Selama 3 Tahun

Rabu, 15 April 2026 | 11:32

Soal Kasus Bea Cukai, Faizal Assegaf Ungkap Kronologi Hubungan dengan Rizal

Rabu, 15 April 2026 | 11:21

Zelensky Sindir AS Kehilangan Fokus ke Ukraina Akibat Perang Iran

Rabu, 15 April 2026 | 11:03

Selengkapnya