Berita

Jaya Suprana/Net

Jaya Suprana

Kecewa Kabinet

SENIN, 28 OKTOBER 2019 | 22:13 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

SAYA merasa bahagia Prof. Mahfud MD diangkat menjadi Menkopolhukham , Dr. Terawan Agus Putranto Menteri Kesehatan, Letjen Prabowo Subianto Menteri Pertahanan sementara Retno Marsudi tetap Menlu, Dr. Moeldoko tetap Kepala Staf Kepresidenan, Prof. Pratikno tetap Menteri Sekretaris Negara, Dr. Yasonna Laoly tetap Menteri Hukum dan HAM sebab saya meyakini bahwa para beliau masing-masing adalah The Right Person On The Right Place.

Kecewa

Saya merasa kecewa bahwa Susi Pujiastuti tidak lanjut sebagai Menteri Perikanan dan Kelautan sementara Prof Siti Musdah Mulia, Yenny Wahid, Grace Natalie, Prof. Hendrawan Supratikno, Ir. Basuki Tjahaja Purnama , Dr. Fadli Zon , Dr. Ilham Habibie tidak diangkat menjadi menteri padahal para beliau memiliki potensi profesional untuk berperan sebagai pembantu presiden terbaik di bidang keahlian masing-masing.


Namun di alam demokrasi memang mustahil segenap warga Indonesia sependapat, seperasaan dan seselera dengan saya. Selama susunan kabinet ditetapkan setelah rakyat memilih presiden maka pasti ada yang setuju namun juga pasti ada yang tidak setuju.

Pasti ada yang bahagia namun juga pasti ada yang kecewa. Kecewa merupakan perasaan kodrati manusia yang wajar timbul apabila harapan tidak terpenuhi.  Demi mencegah timbulnya rasa kecewa maka dibutuhkan upaya meniadakan harapan .

Sebelum Pilpres

Sebenarnya, sejak masa awal Orde Reformasi mulai menghadirkan pemilihan presiden langsung oleh rakyat, saya sudah menawarkan suatu sistem mekanisme politik demi menghindari timbulnya kekecewaan rakyat terhadap kabinet presiden yang mereka pilih.

Saran mencegah kecewa itu sebenarnya sederhana saja yaitu seorang calon presiden diwajibkan menyusun kabinet sebelum pemilihan presiden mulai diselenggarakan. Maka rakyat bukan hanya memilih presiden dengan wapres saja namun presiden dan wapres lengkap dengan seluruh pembantu presiden di dalam kabinet .

Jika cawapres terbukti bisa dan boleh ditentukan sebelum pemilu maka sebenarnya tidak ada alasan untuk tidak membisakan dan tidak membolehkan para calon menteri ditentukan oleh capres sebelum pemilu.

Angin Berlalu

Para pembantu presiden dalam kabinet sangat penting, bahkan utama dalam menentukan kinerja seorang presiden yang mustahil mampu memimpin negara, bangsa dan rakyatnya secara seorang diri tanpa para pembantu di dalam kabinetnya.

Jika rakyat dapat memilih seorang presiden dan wapres lengkap dengan para pembantu di dalam kabinetnya, maka dapat diharapkan bahwa tidak ada rakyat merasa kecewa akibat ternyata para pembantu presiden tidak sesuai dengan harapan rakyat.

Tidak ada harapan yang tidak terpenuhi akibat presiden, wapres dan para menteri sudah termasuk ke dalam paket kepemerintahan yang langsung dipilih oleh rakyat.

Menyadari diri cuma rakyat jelata maka saya sudah terbiasa bahwa saran saya bukan saja dianggap angin berlalu, namun bahkan juga sebagai bahan cemoohan. Maka saya sudah wajib bersyukur apabila saya tidak  dilaporkan ke polisi atas dugaan terpapar radikalisme atau bahkan makarisme.

Penulis adalah rakyat jelata Indonesia.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

OKI Kecam Serangan Houthi ke Makkah dan Madinah

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:17

Jakarta Running Festival Jadi Role Model Ajang Lari Nasional

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:01

Carbon Capture di Petrokimia Gresik Berpeluang Kurangi Impor Soda Ash

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:47

KPK Bantah Kembali Sita Uang Rp40 Juta dari Salah Satu PCNU Terkait Muktamar NU

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:27

Mantan Panglima TNI Pertama dari Angkatan Laut Widodo AS Wafat

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:12

Aksi Iklim Lintas Iman Desak Siklus Karhutla Tahunan Segera Diputus

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:02

Akuisisi Saham BYAN Haji Isam Sejalan dengan UU Minerba

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:44

Bill Gates: AI Bisa Picu Gejolak Ekonomi dan Sosial Selama 20 Tahun

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:43

Kehadiran Kopdes Bawa Harapan untuk Ekonomi Desa

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:19

Pesantren Didorong Ikut Terlibat dalam Pencegahan Karhutla

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:05

Selengkapnya