Berita

Calon tunggal Kapolri, Komjen Idham Aziz/Net

Politik

Pengamat: Punya Gaya Mirip Tito Karnavian, Idham Aziz Tepat Jadi Kapolri

SENIN, 28 OKTOBER 2019 | 18:31 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Presiden Joko Widodo sudah tepat mengajukan Kabareskrim, Komjen Idham Aziz sebagai calon tunggal Kapolri untuk diuji kepatutan dan kelayakan oleh DPR RI.

Pengamat kepolisian Institute for Security and Strategic Studies (ISEES) Bambang Rukminto menilai, Komjen Idham Aziz memiliki gaya memimpin seperti mantan Kapolri Jenderal (Purn) Tito Karnavian.

"Bahwa backgroundnya dari satuan-satuan tugas itu juga mempengaruhi terhadap style dalam memimpin. Pak Idham Aziz dari Bareskrim dan kebetulan juga pernah di Densus, ini mengikuti jejak dari Pak Tito," ujar Bambang kepada wartawan, Senin (28/10).


Bagi Bambang, penunjukkan Komjen Idham Aziz sebagai calon tunggal Kapolri tidak terlepas dari Tito Karnavian. Dimana, Tito yang saat ini menjabat sebagai Mendagri ingin memastikan kebijakannya dapat diteruskan.

"Dimana Pak Tito ingin memastikan bahwa kebijakan-kebijakannya akan diteruskan oleh pengganti yang sesuai dengan style beliau," jelasnya.

Selain itu, kata Bambang, pemilihan calon Kapolri juga berdasarkan hasil seleksi yang dilakukan oleh Dewan jabatan dan kepangkatan tinggi (Wanjakti) Polri.

"Pertanyaannya adalah jika Wanjakti sudah dilakukan, kenapa hanya muncul satu nama? Bahwa kemudian hanya muncul satu nama kemungkinan itu keputusan dari tubuh Polri," imbuhnya.

Bambang menegaskan, proses penunjukkan Komjen Idham Aziz sebagai calon tunggal Kapolri dan dikirim kepada DPR berdasarkan Undang-Undang yang berlaku.

DPR hanya melakukan fit and proper test terhadap calon Kapolri yang diserahkan Presiden Joko Widodo untuk kemudian ditetapkan diterima atau tidak

Kapolri Jenderal (Purn) Tito Karnavian melepas jabatan karena ditunjuk Presiden Jokowi sebagai Menteri Dalam Negeri dalam Kabinet Indonesia Maju.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Mengejar Halusinasi 2045: Mengapa Ekonomi Hanya Bisa Tegak di Atas Literasi

Senin, 27 April 2026 | 14:15

Penerjemah Bible Dibakar Hidup-hidup pada Zaman Renaisans Eropa

Senin, 27 April 2026 | 14:07

Bitcoin Melaju Mendekati 80.000 Dolar AS

Senin, 27 April 2026 | 14:06

Luar Biasa Kiandra, Start ke-17, Finis Pertama

Senin, 27 April 2026 | 13:59

Digitalisasi dan Green Dentistry, Layanan Kesehatan Gigi yang Minim Limbah

Senin, 27 April 2026 | 13:46

Usul KPK Berpotensi Paksa Capres Harus Kader Parpol

Senin, 27 April 2026 | 13:43

Pemda Didorong Lakukan Creative Financing

Senin, 27 April 2026 | 13:36

Citra Negatif Bahlil di Dalam Negeri Pengaruhi Negosiasi Energi Presiden?

Senin, 27 April 2026 | 13:35

Qodari Respons Isu Dilantik Jadi Kepala Bakom: Itu Hak Prerogatif Presiden

Senin, 27 April 2026 | 13:30

Selengkapnya