Berita

Rantai manusia yang dibentuk di Lebanon/Net

Dunia

Protes Anti-Pemerintah, Ribuan Pengunjuk Rasa Di Lebanon Bentuk Rantai Manusia Sepanjang 170 Km

SENIN, 28 OKTOBER 2019 | 06:53 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Aksi unjuk rasa anti-pemerintah di Lebanon dilakukan dengana tidak biasa pada hari Minggu (27/10). Puluhan ribu pengunjuk rasa saling bergandengan tangan untuk membuat rantai manusia yang membentang dari wilayah utara hingga selatan negara tersebut. Hal tersebut melambangkan persatuan nasional di tengah kampanye pembangkangan sipil terhadap pemerintah.

Mereka bergandengan tangan dari wilayah Tripoli hingga ke wilayah Tyre. Rantai manusia yang dimbuat itu mencapai sepanjang 170 kilometer yang melintasi pusat protes utama di ibukota, Beirut.

Aksi tersebut dilakukan untuk mengirim pesan dan tekanan kuat pada pemerintah mengenai protes yang mereka suarakan.


"Semua orang Lebanon bersama-sama pada hari ini dan Anda akan melihat bagaimana kita bersatu untuk tujuan ini," kata seorang pengunjuk rasa, yang merupakan bagian dari rantai itu, kepada Al Jazeera.

"Kami ingin mereka semua mengundurkan diri dan mengakhiri korupsi di negara ini. Sudah cukup," kata pengunjuk rasa lainnya.

Gelombang protes yang terjadi di Lebanon beberapa waktu belakangan ini merupakan gerakan protes tanpa pemimpin. Sebagian besar faktor pendorongnya adalah generasi muda, baik pria maupun wanita yang lahir setelah perang saudara 1975-1990, yang menuntut perombakan besar-besaran pemerintahan Lebanon.

"Gagasan di balik rantai manusia ini adalah untuk menunjukkan gambar Lebanon yang, dari utara ke selatan, menolak afiliasi sektarian," kata salah seorang penyelanggara aksi, Julie Tegho Bou Nassif.

"Tidak ada tuntutan politik hari ini, kami hanya ingin mengirim pesan dengan hanya berpegangan tangan di bawah bendera Lebanon," tambah profesor sejarah berusia 31 tahun itu.

Populer

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Nasabah Laporkan Perusahaan Asuransi ke OJK

Kamis, 05 Februari 2026 | 16:40

Lima Orang dari Blueray Cargo Ditangkap saat OTT Pejabat Bea Cukai

Kamis, 05 Februari 2026 | 15:41

Koordinator KKN UGM Tak Kenal Jokowi

Rabu, 04 Februari 2026 | 08:36

Eks Relawan: Jokowi Manusia Nggedabrus

Minggu, 01 Februari 2026 | 03:33

UPDATE

Wall Street Menguat Ditopang Kebangkitan Saham Teknologi

Selasa, 10 Februari 2026 | 08:11

Pemerintah Pastikan Beras Nasional Pasok Kebutuhan Jamaah Haji 2026

Selasa, 10 Februari 2026 | 08:07

KPK Akan Panggil Lasarus dan Belasan Anggota Komisi V DPR Terkait Kasus Suap DJKA

Selasa, 10 Februari 2026 | 07:49

Harga Emas Dunia Melejit, Investor Antisipasi Kebijakan The Fed 2026

Selasa, 10 Februari 2026 | 07:36

Menhaj Luncurkan Program Beras Haji Nusantara

Selasa, 10 Februari 2026 | 07:18

Raja Charles Siap Dukung Penyelidikan Polisi soal Hubungan Andrew dan Epstein

Selasa, 10 Februari 2026 | 07:15

Prabowo Paham Cara Menangani Kritik

Selasa, 10 Februari 2026 | 07:09

Saham UniCredit Melejit, Bursa Eropa Rebound ke Level Tertinggi

Selasa, 10 Februari 2026 | 07:00

Suara Sumbang Ormas

Selasa, 10 Februari 2026 | 06:57

Dirut BPR Bank Salatiga Tersangka Korupsi Kredit Fiktif

Selasa, 10 Februari 2026 | 06:40

Selengkapnya