Berita

Petugas medis Hong Kong ikut ambil bagian dalam aksi protes/Net

Dunia

Turun Ke Jalan, Pekerja Medis Hong Kong Protes Kebrutalan Polisi

MINGGU, 27 OKTOBER 2019 | 09:39 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Ratusan pekerja medis di Hong Kong ikut ambil bagian dalam aksi unjuk rasa anti-pemerintah yang digelar pada hari Sabtu (26/10). Mereka menyuarakan penentangan akan tindakan brutal polisi Hong Kong terhadap para pengunjuk rasa dalam protes yang berlangsung lebih dari empat bulan terakhir.

Para profesional medis Hong Kong kerap terlibat dalam merawat ratusan pengunjuk rasa, polisi dan warga sipil yang terluka dalam bentrokan selama protes yang meningkat.

Namun kini, mereka ikut turun ke jalan dan menyuarakan keprihatinan atas penggunaan kekuatan berlebihan oleh polisi Hong Kong terhadap pengunjuk rasa.


Salah seorang pekerja medis yang juuga merupakan perawat mengatakan bahwa polisi anti huru hara kerap memasuki rumah sakit dan menghalangu pengunjuk rasa yang terluka untuk mendapat penanganan medis.

"Kadang-kadang, mereka membawa senjata dan senjata. Para pasien mungkin takut. Ini bukan praktik yang baik," kata salah seorang pekerja medis yang ikut dalam aksi seperti dikabarkan Al Jazeera.

"Para pengunjuk rasa mengalami cedera. Pencarian ini harus dilakukan setelah mereka sembuh," sambungnya.

Polisi Hong Kong sendiri kerap menepis tuduhan penggunaan kekuatan berlebihan dan mereka menegaskan bahwa apa yang dilakukan pihak kepolisian Hong Kong telah diperingatkan terlebih dulu kepada pengunjuk rasa dengan kode warna.

Gelombang protes di Hong Kong sendiri diketahui dipicu oleh kemarahan warga atas campur tangan China yang lebih besar di wilayah bekas koloni Inggris itu. Momen pemicunya adalah RUU ekstradisi yang memungkinkan tahanan Hong Kong untu diadili di China.

Meski RUU itu kini telah dihapus, namun gelombang protes tidak juga reda dan semakin meluas dengan tuntutan pengunjuk rasa agar China melepaskan cengkramannya dari Hong Kong.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

Pakai Jaket Gojek Mulyono di Sidang Pledoi, Nadiem Ingin Seret Jokowi?

Rabu, 03 Juni 2026 | 05:18

UPDATE

BNI Ingatkan Nasabah, Waspada Modus Penipuan BNIdirect

Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:06

Diduga Palsukan KTA, Sekjen dan Waketum PPP Dipolisikan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:47

DPR Nilai Dukungan Publik terhadap Program MBG Tetap Kuat Meski Diterpa Kasus Korupsi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:09

Seleksi Pejabat Kemenag Kini Makin Ketat, Rekam Jejak Jadi Penentu

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:04

Soal Protes Kenaikan BBM, DPR Ingatkan Harga di Indonesia Masih Relatif Murah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:34

Program Padat Karya Jaga Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:29

Kejagung: Motor Listrik MBG Bukan untuk Disita, Tapi Segera Disalurkan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:24

LEMIGAS dan Pertagas Resmi Berkolaborasi di Proyek Cisem II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:55

Fernando Emas: Waspada Reformasi 1998 Jilid II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:51

Bank Mandiri Siapkan Rp1,95 Triliun untuk Lunasi Green Bond Seri A

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:33

Selengkapnya