Berita

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan/Net

Dunia

Erdogan: Turki Siap "Bersihkan" Militan Kurdi Di Perbatasan Suriah Jika Rusia Gagal

MINGGU, 27 OKTOBER 2019 | 09:20 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Turki tidak segan untuk membersihkan perbatasan timur laut Suriah dari milisi YPG Kurdi jika Rusia gagal memenuhi kewajibannya berdasarkan perjanjian yang telah dibuat.

"Jika area ini tidak dibersihkan dari teroris pada akhir 150 jam, maka kami akan menangani situasi sendiri dan akan melakukan semua pekerjaan pembersihan," tegas Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dalam sebuah pidato di Istanbul akhir pekan ini (Sabtu, 26/10).

Diketahui bahwa Turki dan Rusia membuat perjanjian untuk mengizinkan pasukan Rusia membantu menyingkirikan milisi YPG Kurdi dari perbatasan Suriah. Sebagai balasan, Turki akan mengakhiri serangan dan kampanye militer di kawasan itu.


Di bawah kesepakatan yang dibuat oleh Erdogan dan Presiden Rusia Vladimir Putin, polisi militer Rusia dan penjaga perbatasan Suriah akan membersihkan para militan YPG dari jarak 30 km dari perbatasan selama enam. Perjanjian itu akan berakhir pada hari Selasa (29/10).

Setelah perjanjian usai, seperti dikabarkan The Guardian, pasukan Rusia dan Turki akan mulai melakukan patroli di tanah yang lebih sempit, yakni sekitar 10 km di timur laut Suriah.

Turki diketahui memandang YPG sebagai organisasi teroris yang terkait dengan pemberontak Kurdi di Turki tenggara. Kampanye militer yang dilakukan Turki di wilayah Suriah sendiri dilakukan awal bulan Oktober ini setelah Amerika Serikat seolah membuka "pintu" dengan cara menarik pasukannya dari wilayah tersebut.

Sementara itu, Rusia telah memperingatkan YPG bahwa mereka akan menghadapi serangan tentara Turki jika gagal menarik para pejuang dan senjatanya dari wilayah yang ditentukan di Suriah timur laut dalam batas waktu yang disepakati.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Kemendag: Wajib Halal Bukan Pelarangan Impor

Sabtu, 26 September 2026 | 06:30

Baznas dan Komite Bantuan Kepresidenan Palestina Perkuat Kerja Sama Kemanusiaan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:12

Instruksi Prabowo soal Kuliah Gratis PTN Harus Diprioritaskan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:00

Serba ‘Tidak’ di Sidang Gibran

Sabtu, 26 September 2026 | 05:41

Cuma Tambah Dua Perunggu, Peringkat Indonesia Merosot

Sabtu, 26 September 2026 | 05:17

Jalur Sepeda Jangan cuma Jadi Pajangan

Sabtu, 26 September 2026 | 05:00

Benarkah Pengganti Gibran Sudah Ada?

Sabtu, 26 September 2026 | 04:29

Korlantas Polri Luncurkan Empat Inovasi Digital

Sabtu, 26 September 2026 | 04:18

Jangan Istimewakan Oknum DPRD Diduga Bakar Lahan

Sabtu, 26 September 2026 | 04:00

Kepala BNPB Minta Maaf soal Karhutla: Klarifikasi Istilah 'Normal'

Sabtu, 26 September 2026 | 03:46

Selengkapnya