Berita

Kim Jong Un dan Donald Trump/Net

Dunia

Korut Tunggu Itikad Baik AS Perbaiki Hubungan Sebelum Akhir Tahun

MINGGU, 27 OKTOBER 2019 | 08:19 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Hubungan antara Korea Utara dan Amerika Serikat tidak mengalami perkembangan yang signifikan meski telah melakukan serangkaian pertemuan bersejarah dan negosiasi sejak lebih dari satu tahun terakhir.

Dalam sebuah pernyataan atas nama pejabat senior Korea Utara Kim Yong Chol, kantor berita Korea Utara KCNA mengatakan bahwa Amerika Serikat akan keliru jika mengabaikan batas waktu akhir tahun untuk menjalin hubungan baik dengan Korea Utara, sebagaimana pertemanan yang dijali oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un.

Kim Jong Un sendiri telah menetapkan batas akhir tahun untuk pembicaraan denuklirisasi dengan Amerika Serikat. Namun sejauh ini belum ada perkembangan berarti antara kedua negara.


Dalam kabar yang dimuat KCNA tersebut, seperti dikutip ulang Reuters, Kim Yong Chol yang merupakan negosiator untuk pembicaraan nuklir dengan Amerika Serikat sebelum pertemuan puncak kedua antara Trump dan Kim Jong Un di Vietnam pada Februari lalu, mengatakan bahwa alih-alih memperbaiki hubungan, Amerika Serikat justru menekan Korea Utara dengan cara yang lebih licik dan ganas.

Dia menambahkan bahwa negeri Paman Sam terus mendorong negara-negara lain untuk menjatuhkan sanksi PBB di Korea Utara.

Meski begitu, harapan belum pupus. Kim Yong Chol menekankan bahwa dia berharap agar antara kedua negara terjalin hubungan pertemanan yang permanen.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya