Berita

Presiden Jokowi dan Kabinet Indonesia Bersatu/Net

Publika

Haters Menjaring Angin

SABTU, 26 OKTOBER 2019 | 16:44 WIB | OLEH: ZENG WEI JIAN

NORAK...!! Satu kata paling pas bagi para pem-bully Prabowo Subianto dan Jokowi.

Dijelaskan baik-baik, mereka malah marah. Nulis macam-macam. Ngomel seperti orang gila. Barking like Doberman Pinschers. Aslinya cuma kumpulan manusia Go Block. Mereka ingin ciptakan permanent rifts.

"Talk sense to a fool and he calls you foolish," kata Philosopher Euripides.


Selain salah memahami esensi Pilpres, mereka pun ngaco memaknai "opponent" dan "enemy".

In the political arena, opponents are considered enemies�"until they’re not.

Politisi Amerika Jeff Greenfield menyatakan, "An opponent is someone you battle--in an election, on a ball field--but with a common understanding of the rule of the game, and a mutual willingness to abide by the outcome".

Pilpres selesai. Jokowi menang. Pak Prabowo masuk kabinet. Transformasi dari opponent to friend.

Pak Prabowo mengatakan hubungannya dengan Jokowi itu mesra. "Mesra sekali," tambah Jokowi.

Awalnya kritik dan caci maki punya target cegah Pak Prabowo-Jokowi rekonsiliasi dan tumpas Poros Mega-Pro. Mereka merusuh. Seharusnya semua bully distop setelah Pak Prabowo sertijab Menhankam. Mereka gagal menghentikan proses politik.

Tapi karena punya agenda lain, mereka terus mendelegitimasi Pak Prabowo dan adu domba. Istilah "menteri rasa presiden" diciptakan. Padahal there is no such a thing like it. Presiden ya presiden. Menteri ya menteri.

Pada dasarnya haters sulit mengerti. Amarah bunuh rasio. Gagal paham. "If you know the why, you can live any how," kata Friedrich Nietzsche.

Alasan transformasi Prabowo-Jokowi adalah Cinta. Seperti kata Martin Luther King; “Love is the only force capable of transforming an enemy into a friend”.

Cinta kepada negara, bangsa dan rakyat. Para provokator dan penulis urakan enggak punya cinta macam ini. Paham pun tidak. Karena itu omongan mereka jadi enggak akurat. Tapi karena mengidap sociopath syndrome, mereka pede terus tulas-tulis esai panjang benang kusut.

"A man says can never be accurate, because he unconsciously translates what he hears into something he can understand," tulis Bertrand Russell.

Pak Prabowo, Jokowi, pemerintah, anggota DPR-RI dan isi Kabinet Indonesia Maju bukan musuh bangsa ini. Musuh bangsa ini adalah KEMISKINAN.

Upaya "deradikalisasi" akan gagal bila melupakan faktor kesejahteraan.

Syahdan, daripada menghabiskan energi mencaci-maki, sebaiknya awasi kinerja para menteri. Tanpa pemahaman, rakyat akan terus miskin. Jangan menjaring angin.

"I am afraid that our eyes are bigger than our stomachs, and that we have more curiosity than understanding. We grasp at everything, but catch nothing except wind," kata Michel de Montaigne.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Warga Gembira TransJakarta Layani Rute Kepulauan Seribu

Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:10

UPDATE

Kejagung Periksa PNS Pemprov Banten terkait Korupsi MBG

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 06:17

Ahli dari Polri Untungkan Febri Adriansyah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 06:03

Kinerja BUMD DKI Dituntut Lebih Terukur

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:53

Bayar Rp650 Juta tapi Gagal Lolos Kedokteran Unsoed

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:41

KPK Bongkar Mahar Rp1,12 Miliar di Jalur Mandiri Unsoed

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:29

Kiai Marsudi Dinilai Mampu Membangun Kemajuan NU Tanpa Kehilangan Jati Diri

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:17

Rektor Unsoed Diduga Terima Gratifikasi Rp680 Juta Lewat Mulyono

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:46

Ahli Praperadilan Febrie Sebut TPPU Perlu Tindak Pidana Asal

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:29

Sjafrie Terima Menhan China: Perkuat Kerja Sama Militer

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:16

Mantan Dirdik Jampidsus Jasman Panjaitan Beberkan Kesaksian terkait Febrie

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:05

Selengkapnya