Berita

Wamenhan, Wahyu Sakti Trenggono/Net

Politik

Desmond: Penunjukan Trenggono Jadi Wakil Prabowo Seperti Dipaksakan

SABTU, 26 OKTOBER 2019 | 00:54 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Penunjukan Wahyu Sakti Trenggono sebagai Wakil Menteri (Wamen) Pertahanan dinilai tidak tepat dan hanya akan menjadi beban atasannya, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto.

Ketua DPP Partai Gerindra, Desmond Junaidi Mahesa menilai latar belakang Trenggono sebagai pengusaha sangat keliru untuk mengisi posisi penting di bidang pertahanan. Mantan bendaraha umum Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf itu dinilai tidak punya kompetensi menjadi wakil Prabowo.

"Orang ini (Wamen Pertahanan) kan harusnya kan ada nilai plus. Minimal dia itu paham militer dan strategi pertahanan," ujar Desmond di Komplek Parlemen, Jakarta, Jumat (25/10).


Latar belakang Prabowo sebagai militer dengan jabatan terakhir Danjen Kopassus, kata Desmond, seharusnya menjadi pertimbangan Presiden Jokowi untuk menunjuk Wamen.

Alih-alih membantu kerja menteri dalam membangun sektor pertahanan nasional, Desmon memandang Trenggono malah bisa jadi beban karena bekerja tidak pada kapasitasnya.

"Kalau ada orang baru, (pilihlah) siapa yang paham menangani persoalan-persoalan lama. Masalah helikopter, dan lainnya. Kalau menurut saya Pak Prabowo terbebani dengan ini (Trenggono)," jelasnya.

Anggota DPR RI ini bahkan menilai penunjukan Wamen Trenggono dan 11 wamen lain oleh Presiden Jokowi seperti dipaksakan. Tujuannya, sebatas untuk memfasilitasi desakan dan tekanan pendukungnya.

"Jadi ada sesuatu yang menurut saya wamen ini dipaksakan saja. Semoga ini saya salah," pungkasnya.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Mengejar Halusinasi 2045: Mengapa Ekonomi Hanya Bisa Tegak di Atas Literasi

Senin, 27 April 2026 | 14:15

Penerjemah Bible Dibakar Hidup-hidup pada Zaman Renaisans Eropa

Senin, 27 April 2026 | 14:07

Bitcoin Melaju Mendekati 80.000 Dolar AS

Senin, 27 April 2026 | 14:06

Luar Biasa Kiandra, Start ke-17, Finis Pertama

Senin, 27 April 2026 | 13:59

Digitalisasi dan Green Dentistry, Layanan Kesehatan Gigi yang Minim Limbah

Senin, 27 April 2026 | 13:46

Usul KPK Berpotensi Paksa Capres Harus Kader Parpol

Senin, 27 April 2026 | 13:43

Pemda Didorong Lakukan Creative Financing

Senin, 27 April 2026 | 13:36

Citra Negatif Bahlil di Dalam Negeri Pengaruhi Negosiasi Energi Presiden?

Senin, 27 April 2026 | 13:35

Qodari Respons Isu Dilantik Jadi Kepala Bakom: Itu Hak Prerogatif Presiden

Senin, 27 April 2026 | 13:30

Selengkapnya