Berita

Presiden Jokowi melantik 12 Wamen/Net

Politik

Ali Rif'an: Penunjukan Wamen Tidak Boleh Hanya Berdasar Politik Akomodatif

JUMAT, 25 OKTOBER 2019 | 20:37 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Presiden Joko Widodo telah melantik 12 orang sebagai wakil menteri (Wamen) untuk melengkapi Kabinet Indonesia Maju. Sebagian besar nama-nama wamen itu merupakan orang yang dinilai berjasa dalam memenangkan Jokowi-Ma’ruf Amin pada Pilpres 2019.

Direktur Arus Survei Indonesia, Ali Rif'an mengatakan penambahan formasi kabinet dengan 12 jabtaan Wamen tidak boleh hanya sekadar menjadi alat politik akomodatif.

Menurutnya, Wamen harus punya peran strategis untuk menyukseskan visi pembangunan Jokowi 5 tahun mendatang. Ali menekankan kualifikasi yang harus diterapkan Jokowi dalam memilih Wamen adalah kompetensi dan akomodasi.  


"Wamen tidak boleh hanya diletakkan sebagai bagian dari politik akomodatif. Wamen harus punya peran strategis menyukseskan jalannya pemerintahan 5 tahun mendatang," kata Ali saat berbincang dengan Kantor berita Politik RMOL, Jumat (25/10).

Ali Rif'an berpendapat, setelah kabinet Jokowi rampung, sudah seharusnya segera bekerja menjalankan seluruh misi pembangunan yang sudah dikampanyekan saat Pilpres April kemarin.

"Formasi Kabinet Indonesia Maju sudah lengkap, baik menteri dan wakilnya. Saatnya tancap gas," tandasnya.

Berikut daftar 12 Wakil Menteri di Kabinet Indonesia Maju:

    Wakil Menteri Luar Negeri: Mahendra Siregar
    Wakil Menteri Pertahanan: Wahyu Sakti Trenggono
    Wakil Menteri: Zainut Tauhid Sa'adi.
    Wakil Menteri Keuangan: Suahasil Nazara
    Wakil Menteri Perdagangan: Jerry Sambuaga
    Wakil Menteri PUPR: John Wempi Wetipo
    Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan: Alue Dohong
    Wakil Menteri Desa, PDTT: Budi Arie Setiadi
    Wakil Menteri Agraria & Tata Ruang/BPN: Surya Tjandra
    Wakil Menteri BUMN: Budi Gunadi Sadikin
    Wakil Menteri BUMN: Kartika Wirjoatmodjo
    Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif: Angela Tanoesoedibjo.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya