Berita

Kepulauan Solomon/Net

Dunia

Kesepakatan Sewa Pulau Oleh Perusahaan China Melanggar Hukum

JUMAT, 25 OKTOBER 2019 | 12:17 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pemerintah Kepulauan Solomon menganggap bahwa kesepakatan yang ditandatangani oleh salah satu provinsi di negara tersebut untuk menyewakan seluruh pulau bernama Tulagi ke perusahaan China tidak sah dan melanggar hukum.

Diketahui bahwa kesepakatan sewa jangka panjang yang kontroversial Provinsi Tengah Solomon itu dan perusahaan China Sam Enterprise Group membuat geger publik tidak lama setelah negara Pasifik itu mengalihkan hubungan diplomatik dari Taiwan ke China pada bulan September lalu.

Perjanjian itu sendiri diteken oleh Perdana Menteri Provinsi Tengah Stanley Manetiva dan pihak Sam Grup China.


Namun Jaksa Agung Solomon John Muria mengatakan bahwa provinsi dan perusahaan China secara hukum tidak bisa mencapai kesepakatan seperti itu tanpa keterlibatan pemerintah pusat.

"Perjanjian itu tidak diperiksa oleh kamar Jaksa Agung sebelum penandatanganan," kata Muria dalam sebuah pernyataan pada Kamis (24/10).

"(Kesepakatan itu) melanggar hukum, tidak dapat dilaksanakan dan harus diakhiri dengan segera," kata Muria seperti dimuat Reuters (Jumat, 25/10).

Untuk diketahui bahwa China Sam Enterprise Group berkantor pusat di Beijing. Grup ini berisi konglomerat teknologi, investasi, dan energi yang didirikan pada 1985 sebagai perusahaan milik negara.

Konon kabarynya, pada tanggal 22 September tahun ini, kelompok tersebut menawarkan kekuasaan luas kepada konglomerat China untuk mengembangkan infrastruktur di Tulagi dan pulau-pulau di sekitarnya.

Namun belum ada konfirmasi resmi mengenai hal tersebut.

Dalam sebuah pernyataan di situs webnya, Sam Group mengatakan perwakilannya telah bertemu Perdana Menteri Solomon Manasseh Sogavare pada awal Oktober saat kunjungan kenegaraan ke China oleh delegasi dari negara kepulauan Pasifik.

Sementara itu, Tulagi sendiri adalah pulau penting yang menjadi tuan rumah pangkalan-pangkalan Amerika Serikat selama Perang Dunia Kedua dan merupakan tempat bekas ibu kota Solomon sebelum dipindahkan ke pulau Guadalcanal.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

Pakai Jaket Gojek Mulyono di Sidang Pledoi, Nadiem Ingin Seret Jokowi?

Rabu, 03 Juni 2026 | 05:18

UPDATE

BNI Ingatkan Nasabah, Waspada Modus Penipuan BNIdirect

Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:06

Diduga Palsukan KTA, Sekjen dan Waketum PPP Dipolisikan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:47

DPR Nilai Dukungan Publik terhadap Program MBG Tetap Kuat Meski Diterpa Kasus Korupsi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:09

Seleksi Pejabat Kemenag Kini Makin Ketat, Rekam Jejak Jadi Penentu

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:04

Soal Protes Kenaikan BBM, DPR Ingatkan Harga di Indonesia Masih Relatif Murah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:34

Program Padat Karya Jaga Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:29

Kejagung: Motor Listrik MBG Bukan untuk Disita, Tapi Segera Disalurkan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:24

LEMIGAS dan Pertagas Resmi Berkolaborasi di Proyek Cisem II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:55

Fernando Emas: Waspada Reformasi 1998 Jilid II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:51

Bank Mandiri Siapkan Rp1,95 Triliun untuk Lunasi Green Bond Seri A

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:33

Selengkapnya