Berita

Wakil Presiden Amerika Serikat Mike Pence/Net

Dunia

Wapres AS Sindir NBA Seperti Anak Perusahaan China

JUMAT, 25 OKTOBER 2019 | 11:58 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Wakil Presiden Amerika Serikat Mike Pence menuduh Asosiasi Bola Basket Nasional (NBA) bertindak seperti anak perusahaan yang dimiliki oleh Partai Komunis China.

Tuduhan itu dilayangkan Pence setelah dia menganggap NBA gagal untuk membela manajer umum Houston Rockets Daryl Morey, yang mendapatkan kritik dari China karena cuitannya di Twitter soal dukungan pada pengujuk rasa pro-demokrasi di Hong Kong.

"Beberapa pemain dan pemilik NBA terbesar, yang secara rutin menggunakan kebebasan mereka untuk mengkritik negara ini, kehilangan suara mereka ketika datang ke kebebasan dan hak-hak orang lain," kata Pence dalam pidatonya (Kamis, 24/10) di Pusat Wilson di Washington. Dia mengkritik China soal catatan tentang perdagangan dan hak asasi manusia.


"Dalam keberpihakan pada Partai Komunis China dan membungkam kebebasan berbicara, NBA bertindak seperti anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki oleh rezim otoriter," sambungnya, seperti dimuat The Guardian.

Tuduhannya terhadap NBA juga dilayangkan bersamaan dengan produsen sepatu sneaker Nike yang tampak berupaya meredam konflik dengan China.

"Nike mempromosikan dirinya sebagai yang disebut sebagai juara keadilan sosial, tetapi ketika membahas soal Hong Kong, mereka lebih suka memeriksa hati nurani sosialnya di depan pintu," kata Pence.

"Toko-toko Nike di China sebenarnya menyingkirkan barang dagangan Houston Rockets mereka dari rak mereka untuk bergabung dengan pemerintah China sebagai protes terhadap tweet tujuh kata manajer umum Rockets, (yakni) Berjuanglah untuk Kebebasan, berdirilah dengan Hong Kong," demikian Pence.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Kemendag: Wajib Halal Bukan Pelarangan Impor

Sabtu, 26 September 2026 | 06:30

Baznas dan Komite Bantuan Kepresidenan Palestina Perkuat Kerja Sama Kemanusiaan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:12

Instruksi Prabowo soal Kuliah Gratis PTN Harus Diprioritaskan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:00

Serba ‘Tidak’ di Sidang Gibran

Sabtu, 26 September 2026 | 05:41

Cuma Tambah Dua Perunggu, Peringkat Indonesia Merosot

Sabtu, 26 September 2026 | 05:17

Jalur Sepeda Jangan cuma Jadi Pajangan

Sabtu, 26 September 2026 | 05:00

Benarkah Pengganti Gibran Sudah Ada?

Sabtu, 26 September 2026 | 04:29

Korlantas Polri Luncurkan Empat Inovasi Digital

Sabtu, 26 September 2026 | 04:18

Jangan Istimewakan Oknum DPRD Diduga Bakar Lahan

Sabtu, 26 September 2026 | 04:00

Kepala BNPB Minta Maaf soal Karhutla: Klarifikasi Istilah 'Normal'

Sabtu, 26 September 2026 | 03:46

Selengkapnya