Berita

Serangan bom Minggu Paskah di Sri Lanka/Net

Dunia

Komite Parlemen Tunjuk Hidung Kepala Intelijen Sri Lanka Atas Serangan Mematikan Minggu Paskah

KAMIS, 24 OKTOBER 2019 | 09:10 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Kepala intelijen Sri Lanka,  Nilantha Jayawardena, dinilai bertanggungjawab atas serangan Minggu Paskah yang terjadi di Kolombo dan sejumlah kota lainnya pada tanggal 21 April 2019 lalu.

Dia dinilai gagal mencegah serangan tersebut, meski telah mendapatkan informasi intelijen sebelumnya.
Begitu kata komite parlemen Sri Lanka yang bertugas untuk menyelidiki bom bunuh diri Minggu Paskah dalam sebuah laporan (Rabu, 23/10).

Dalam laporan tersebut, komite menemukan fakta bahwa Jayawardena menerima informasi tentang kemungkinan serangan Minggu Paskah pada tanggal 4 April, atau 17 hari sebelum serangan bom bunuh diri tersebut terjadi.

Dalam laporan tersebut, komite menemukan fakta bahwa Jayawardena menerima informasi tentang kemungkinan serangan Minggu Paskah pada tanggal 4 April, atau 17 hari sebelum serangan bom bunuh diri tersebut terjadi.

Namun komite menemukan bahwa ada keterlambatan di pihaknya dalam berbagi informasi intelijen dengan agen-agen lain. Hal itu menyebabkan bom bunuh diri itu tidak dapat terhindarkan dan menyebabkan 269 orang meninggal dunia dalam serangan itu.

Laporan itu mengatakan bahwa tanggung jawab Jayawardena diperparah oleh fakta bahwa dia telah meminta pejabat tingkat tinggi hampir setahun sebelumnya untuk menyelidiki pemimpin serangan Minggu Paskah, yakni Mohamed Zahran di bawah pengawasannya.

Bukan hanya itu, dewan keamanan nasional Sri Lanka juga sempat bertemu pada 9 April 2019 dengan pihak kementerian pertahanan untuk meminta Jayawardena memberikan pengarahan tentang Zahran. Namun Jayawardena mengatakan bahwa dia akan mengirim catatan nanti.

"Jika masalah ini dibahas, langkah-langkah mungkin telah diambil untuk mencegah serangan Minggu Paskah," begitu bunyi laporan komite tersebut.

Zahran sendiri diketahui merupakan pemimpin kelompok Muslim setempat. Dia menjadi satu di antara sejumlah pelaku bom bunuh diri yang berpartisipasi dalam serangan terhadap tiga gereja dan tiga hotel di Kolombo dan kota sekitarnya pada tanggal 21 April 2019 lalu, atau bertepatan dengan perayaan Minggu Paskah.

Sebanyak tujuh pembom bunuh diri tewas dalam serangan itu. Namun ada juga pelaku lain yang gagal meledakkan bom bunuh diri di sebuah hotel lainnya di Kolombo.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Telkom Cegah Kerusakan Terumbu Karang Lewat Program ‘Bisa Biru’

Rabu, 15 Juli 2026 | 18:05

Cak Imin dan Parpol Sahabat Ikut Merumput di Turnamen Minisoccer Harlah PKB

Rabu, 15 Juli 2026 | 17:38

Kebutuhan Dana B50 Capai Rp32,3 Triliun, BPDP Pastikan Kas Aman

Rabu, 15 Juli 2026 | 17:36

Baliho Ulang Tahun Jokowi Disoal, Pengamat Minta PPID Buka Dokumen Perizinan

Rabu, 15 Juli 2026 | 17:23

Kejagung Teken Tiga Sprindik Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah

Rabu, 15 Juli 2026 | 17:16

Zulhas Ungkap Dua Fungsi Utama Kopdes Merah Putih, Tegaskan Bukan Supermarket

Rabu, 15 Juli 2026 | 17:08

IHSG Sore Ini Menguat ke 6.041, Rupiah Ditutup Rp18.068 per Dolar AS

Rabu, 15 Juli 2026 | 17:00

Menpar Jamin Setiap Rupiah Anggaran Negara Dikelola Akuntabel

Rabu, 15 Juli 2026 | 16:51

Sentuhan Teknologi Digital Mudahkan Masyarakat Ikuti Gerakan Sedekah Subuh

Rabu, 15 Juli 2026 | 16:48

Curiga Ada Intervensi Jelang Musda Demokrat Aceh, Kader Kirim Surat Terbuka ke AHY

Rabu, 15 Juli 2026 | 16:47

Selengkapnya