Berita

Presiden Amerika Serikat Donald Trump/Net

Dunia

Yakin Gencatan Senjata Di Suriah Akan Permanen, Trump Cabut Sanksi AS Pada Turki

KAMIS, 24 OKTOBER 2019 | 08:34 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Amerika Serikat mencabut sanksi yang dijatuhkan pada Turki pekan lalu atas serangannya terhadap pejuang Kurdi di Suriah utara.

Keputusan itu diambil oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump setelah Rusia setuju dengan Turki untuk mengerahkan pasukan demi memperpanjang gencatan senjata di sepanjang perbatasan Suriah.

Trump mengklaim bahwa Turki juga telah meyakinkannya bahwa konflik di Suriah tidak akan melebar lebih jauh lagi.
Diketahui bahwa serangan Turki ke Suriah dilakukan setelah Trump menarik pasukan dari Suriah awal bulan ini. Hal itu seakan memberikan Turki lampu hijau untuk melancarkan serangan melawan kelompok militan Kurdi yang dianggap Turki sebagai teroris.

Diketahui bahwa serangan Turki ke Suriah dilakukan setelah Trump menarik pasukan dari Suriah awal bulan ini. Hal itu seakan memberikan Turki lampu hijau untuk melancarkan serangan melawan kelompok militan Kurdi yang dianggap Turki sebagai teroris.

"Biarkan orang lain memperebutkan pasir berlumuran darah panjang ini," kata Trump dalam pidato dari Gedung Putih (Rabu, 23/10).

"Sanksi akan dicabut kecuali ada sesuatu yang tidak kita sukai," sambung Trump, seperti dimuat BBC.

Trump menambahkan bahwa Turki telah meyakinkannya bahwa mereka akan menghentikan pertempuran di kawasan itu dan akan membuat gencatan senjata yang baru-baru ini disepakati menjadi permanen.
Trump sendiri menjatuhkan sanksi pada kesepakatan perdagangan 100 miliar dolar AS dengan Turki dan menaikkan tarif baja kembali hingga 50 persen pada pekan lalu.

Bukan hanya itu, dia juga menjatuhkan sanksi pada tiga pejabat senior Turki dan kementerian pertahanan dan energi Turki karena keterlibatan mereka dengan kampanye militer di Suriah. Deretan sanksi itu pun kini telah dihapus.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya