Berita

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparikraf) Wishnutama Kusbandio dan Arief Yahya/RMOL

Politik

Sertijab Menpar, Arief Yahya Curhat Tak Pernah Nikmati Weekend

RABU, 23 OKTOBER 2019 | 17:54 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menggelar serah terima jabatan (sertijab) dari menteri lama ke menteri baru.

Menteri Pariwisata periode 2014-2019 Arief Yahya menyerahkan jabatan ke Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparikraf) Wishnutama Kusbandio.

"Waktu itu saya juga dilantik bulan Oktober tanggal 28. Jadi saya masih kurang lima hari. Tapi nanti saya cicil dengan tetap datang ke Kemenpar untuk Halal Bihalal. Boleh kan? Awas kalau gak boleh," kelakar Arief saat memberikan sambutan di gedung Sapta Pesona, Gedung Kementerian Pariwisata yang langsung disambut tawa tamu undangan, Rabu (23/10).


Arief kemudian bercerita ketika dirinya juga melakukan serah terima jabatan. Saat itu, Kemenpar masih bernama Kemen Parikraf. Namun, nama itu kembali dipakai di periode kedua kepemimpinan Presiden Joko Widodo.

"Sekarang namanya balik lagi dan saya apresiasi, " imbuhnya.

Lebih lanjut, Arief mengatakan, Kemen Parikraf merupakan leading sektor dan telah menjadi DNA di Indonesia. Oleh karena itu, dirinya berpesan kepada penerusnya Wishnutama agar memperhatikan pemasaran pariwisata serta pengembangan destinasi wisata.

"Yang pertama adalah pemasaran, karena pariwisata sebagai penyumbang devisa terbesar. Ini industri murah dan mudah. Kita nomor dua di bawah batubara, " tuturnya.

"Kedua adalah pengembangan destinasi. Saya bukan nakutin Mas Tama ya, tapi saya enggak pernah menikmati waktu weekend, " lanjutnya yang kembali mengundang tawa para hadirin.

Dalam acara itu, Arief juga mengucapkan rasa terima kasihnya kepada seluruh jajaran Kemenpar terutama rekan media.

"Selama bergaul saya mungkin banyak salah dan saya minta maaf. Saya support dan kalau butuh bantuan, kapan pun saya siap bantu Mas Tama, " pungkasnya.  

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Permintaan Chip AI Dongkrak Saham Intel hingga 24 Persen

Sabtu, 25 April 2026 | 12:18

Apa Itu UNCLOS? Dasar Hukum Jadi Acuan Indonesia di Selat Malaka

Sabtu, 25 April 2026 | 12:03

Purbaya Siap Geser hingga Non-Job Pegawai Pajak Bermasalah

Sabtu, 25 April 2026 | 12:02

Jalan Mulus Kevin Warsh ke Kursi The Fed, Dolar AS Langsung Terkoreksi

Sabtu, 25 April 2026 | 11:45

Subsidi Motor Listrik Disiapkan Lagi, Pemerintah Bidik 6 Juta Unit

Sabtu, 25 April 2026 | 11:16

IHSG Sepekan Anjlok 6,61 Persen, Kapitalisasi Pasar Menciut Jadi Rp12.736 Triliun

Sabtu, 25 April 2026 | 10:59

Rupiah Melemah, DPR Desak Pemerintah Jaga Daya Beli Rakyat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:48

Wamen Ossy Gaspol Benahi Layanan Pertanahan: Target Tanpa Antrean dan Lebih Cepat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:27

Ketergantungan pada Figur, Cermin Lemahnya Demokrasi Internal Parpol

Sabtu, 25 April 2026 | 10:02

Netanyahu Akui Sempat Jalani Terapi Kanker Secara Diam-diam

Sabtu, 25 April 2026 | 09:51

Selengkapnya