Berita

Edhy Prabowo dan Susi Pudjiastuti saat acara sertijab/Net

Politik

Jargon Susi “Tenggelamkan” Bakal Diteruskan Edhy Prabowo

RABU, 23 OKTOBER 2019 | 17:43 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Jargon “Tenggelamkan” yang sering disampaikan mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti untuk menindak kapal asing yang mencuri ikan akan dilanjutkan suksesornya, Edhy Prabowo.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu dengan tegas akan melanjutkan capaian Susi dalam menjaga kedaulatan laut Indonesia dari tangan-tangan asing.

Penegasan itu sekaligus jawaban dari pesan Susi kepada Edhy dalam acara pisah sambut dan serah terima jabatan (sertijab) di Gedung Mina Bahari III, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta Pusat, Rabu (23/10) siang.


Edhy menyanggupi amanah Susi untuk menjaga Perpres 44/2016 tentang Daftar Bidang Usaha yang Tertutup dan Bidang Usaha yang Terbuka dengan Persyaratan di Bidang, yang salah satu di antaranya mengatur bahwa usaha penangkapan ikan tertutup untuk asing.

“Industri usaha perikanan kelautan itu harus diutamakan milik dalam negeri, milik masyarakat Indonesia, nelayan Indonesia. Ini yang selama ini saya lihat bu Susi sedang perjuangkan," ucapnya kepada wartawan usai sertijab.

Dengan tegas, orang dekat Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto itu akan melanjutkan jargon Susi. Seperti bos Susi Air, Edhy tidak akan takut menindak tegas kapal asing yang melanggar.

“Kenapa takut? Kedaulatan kita segala-galanya, apa benar ada kapal yang masuk kita biarkan, sudah kita ingatkan tetap kita biarkan? Tenggelamkan saja apa susahnya?" tegasnya.

Namun, penenggelaman tersebut bukan hanya serta merta dilakukan tanpa sesuai dengan aturan. Edhy mengaku akan menenggelamkan kapal seperti Susi yang selalu sesuai dengan aturan yang ada.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Siswa Sekolah Rakyat akan Dilatih 1.000 Taruna Akmil

Minggu, 05 Juli 2026 | 18:21

Jokowi Pilih Lampung sebagai Awal Safari karena Tanah Tak Bertuan

Minggu, 05 Juli 2026 | 17:41

OTT Bupati Langkat Temukan 55 Keping Platinum Senilai Rp40 Miliar Lebih

Minggu, 05 Juli 2026 | 17:16

Hampir 3.000 Orang Tewas, Venezuela Mulai Hentikan Operasi Pencarian Korban Gempa

Minggu, 05 Juli 2026 | 17:07

Komedian Narji Bikin Khitanan Massal PSI Diserbu Anak-Anak

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:52

Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei Absen di Pemakaman Ayahnya

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:26

Sudah Ada Perpres, Pakar: Promosi LGBT di Medsos Bisa Berujung Pengadilan

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:13

PM Singapura Dijadwalkan Bertemu Presiden Prabowo Besok

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:08

Pemerintah Perkuat Literasi Siber Antisipasi Ancaman AI dan Hoaks

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:01

Daftar Lengkap 16 Negara yang Lolos ke Babak 16 Besar

Minggu, 05 Juli 2026 | 15:55

Selengkapnya