Berita

GO Indonesia dukung Prabowo jadi Menhan/RMOL

Politik

Prabowo Resmi Jadi Menhan, GO Indonesia: Politik Merah Putih Jokowi Berhasil

RABU, 23 OKTOBER 2019 | 12:58 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Bergabungnya Prabowo Subianto ke dalam jajaran Kabinet Indonesia Maju menunjukkan Politik Merah Putih Jokowi berjalan mulus. Prabowo yang menjabat Menteri Pertahanan ini juga dinilai tepat, sesuai dengan kemampuan dan pengetahuannya di bidang militer dan pertahanan.

Mantan Komandan Jenderal Kopassus itu mengaku akan bekerja keras mencapai sasaran yang telah ditentukan Presiden Jokowi.  

Menurut Generasi Optimis (GO) Indonesia, bergabungnya Prabowo ke kubu Jokowi harus dilihat dalam kacamata politik yang komprehensif.


Sekjen GO Indonesia, Tigor Mulo Horas Sinaga mengatakan politik itu cair dan tidak kaku. "Jadi wajar saja kalau Pak Jokowi mengundang Pak Prabowo masuk dalam kabinetnya," katanya di Grand Wijaya, Jakarta Selatan, Rabu (23/10).

"Ini adalah implementasi dari sebuah Politik Merah Putih yang diperkenalkan Pak Jokowi kepada rakyat Indonesia," sambungnya.

Politik Merah Putih, menurut Horas, adalah praktik penyelenggaraan negara dengan cara mengoptimalkan sinergi kekuatan yang dimiliki oleh putra-putri terbaik bangsa ini.

Menurutnya, hanya dengan Politik Merah Putih, maka bangsa kita bisa maju dan bangkit dari tantangan radikalisme agama dan ancaman disintegrasi.

Lanjut Horas, masuknya Ketua Umum Partai Gerindra itu ke Kabinet Indonesia Maju karena merupakan ahli strategi tempur sekaligus eks pimpinan Kopassus, pasukan elite Angkatan Darat yang selevel dengan SAS (Inggris), Sayeret Matkal (Israel), dan Spetnaz (Rusia).

"Pak Prabowo paham sekali kontraterorisme. Beliau paham pertahanan yang terbaik bagi Indonesia. Jadi wajar jika Pak Jokowi merekrut Pak Prabowo. Pada masa mudanya, Pak Probowo itu mendapat banyak ilmu dari Jenderal Benny Moerdani, tokoh intelijen terbaik Indonesia," kata Horas.

GO Indonesia pun berharap Prabowo, dengan segudang pengalaman tempurnya, akan berhasil mengatasi para radikalis agama dan teroris di Republik ini.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

2.241 ASN Resmi jadi Komcad Usai Latsarmil Gelombang Kedua Ditutup

Rabu, 30 September 2026 | 00:13

Sabar Tobing: AI Ubah Dunia Perpajakan, Talenta Digital Makin Dibutuhkan

Selasa, 29 September 2026 | 23:50

DPR Minta Pemerintah dan ASDP Tangani Kemacetan Horor Ketapang

Selasa, 29 September 2026 | 23:46

KPK Tegaskan Penyitaan Aset Silmy Karim Sah Usai Praperadilan Ditolak

Selasa, 29 September 2026 | 23:19

KPK Harus Transparan soal Kasus CSR BI-OJK yang Libatkan Dua Anggota DPR

Selasa, 29 September 2026 | 22:39

Kuasa Hukum Faizal Assegaf Apresiasi Polda Metro Periksa Jubir KPK

Selasa, 29 September 2026 | 22:32

Kantor PT Bela Parahiyangan Digeledah Buntut Dugaan Suap HGB ATR/BPN

Selasa, 29 September 2026 | 22:17

Apartemen Vinna Ledy yang Disita KPK Diduga Pemberian Pengusaha

Selasa, 29 September 2026 | 22:09

Membangun Ekosistem Keselamatan dan Perlindungan Korban

Selasa, 29 September 2026 | 22:08

Jokowi Masuk PSI Bisa Mengubah Konfigurasi Politik 2029

Selasa, 29 September 2026 | 22:04

Selengkapnya