Berita

PM Kanada Justin Trudeau/Net

Dunia

Gagal Kantongi Suara Mayoritas Di Parlemen, Partai PM Kanada Perlu Cari Koalisi

RABU, 23 OKTOBER 2019 | 07:00 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau berhasil memenangkan masa jabatan kedua pada pemilu yang digelar awal pekan ini.

Namun dia kehilangan mayoritas suara di parlemen Kanada.

Partai Liberal Trudeau memenangkan kursi terbanyak di parlemen Kanada , yakni 156 kursi. Namun partai itu tidak berhasil melewati ambang batas 170 kursi untuk memenangkan pemerintahan mayoritas.


Dengan demikian, Trudeau membutuhkan dukungan dari partai lain untuk mengesahkan undang-undang.

Sementara itu, Partai Konservatif memenangkan 121 kursi di parlemen. Pemimpin Partai Konservatif Andrew Scheer menyebut bahwa pihaknya sedang menunggu.

"Ketika pemerintah Anda jatuh, kaum Konservatif akan siap dan kami akan menang," kata Scheer.

Pasca pemilu, dalam minggu-minggu mendatang, Trudeau akan menyusun kabinet baru. Trudeau kemudian akan berkonsultasi dengan gubernur jenderal, yang mewakili Ratu Elizabeth II di Kanada, untuk menetapkan tanggal untuk memanggil kembali Parlemen.

Sebelum Parlemen dipanggil kembali, Trudeau dan pejabatnya akan menulis apa yang dikenal sebagai "Pidato dari Singgasana" untuk membuka sesi baru Parlemen.

Dibaca oleh gubernur jenderal, pidato tersebut memaparkan arahan pemerintah ke depan. Anggota Parlemen akan memperdebatkannya dan kemudian mereka memberikan suara.

Untuk dapat lolos, pidato membutuhkan dukungan dari mayoritas anggota parlemen, yakni 170 kursi atau lebih.

Para pengamat, seperti dikabarkan Al Jazeera mengatakan,Partai Demokrat Baru (NDP) akan menjadi sekutu paling alami bagi kaum Liberal karena mereka memiliki tumpang tindih ideologis yang paling banyak.

NDP juga memiliki 24 kursi, yang berarti Partai Liberal akan melewati ambang batas yang diperlukan untuk meloloskan undang-undang. Pemimpin NDP Jagmeet Singh mengatakan sebelum pemilihan dia akan bersedia bekerja dengan kaum Liberal.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Kemendag: Wajib Halal Bukan Pelarangan Impor

Sabtu, 26 September 2026 | 06:30

Baznas dan Komite Bantuan Kepresidenan Palestina Perkuat Kerja Sama Kemanusiaan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:12

Instruksi Prabowo soal Kuliah Gratis PTN Harus Diprioritaskan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:00

Serba ‘Tidak’ di Sidang Gibran

Sabtu, 26 September 2026 | 05:41

Cuma Tambah Dua Perunggu, Peringkat Indonesia Merosot

Sabtu, 26 September 2026 | 05:17

Jalur Sepeda Jangan cuma Jadi Pajangan

Sabtu, 26 September 2026 | 05:00

Benarkah Pengganti Gibran Sudah Ada?

Sabtu, 26 September 2026 | 04:29

Korlantas Polri Luncurkan Empat Inovasi Digital

Sabtu, 26 September 2026 | 04:18

Jangan Istimewakan Oknum DPRD Diduga Bakar Lahan

Sabtu, 26 September 2026 | 04:00

Kepala BNPB Minta Maaf soal Karhutla: Klarifikasi Istilah 'Normal'

Sabtu, 26 September 2026 | 03:46

Selengkapnya