Berita

Benjamin Netanyahu/Net

Dunia

Gagal Bentuk Pemerintahan Bersatu Israel, Benjamin Netanyahu Angkat Tangan

SELASA, 22 OKTOBER 2019 | 06:50 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengumumkan bahwa dia akan menghentikan upayanya untuk membentuk pemerintahan baru.

Pengumuman itu disampaikan pada Senin (21/10) setelah dia gagal membentuk koalisi setelah pemilihan parlemen yang tidak meyakinkan bulan lalu.

Netanyahu, yang mengepalai partai sayap kanan Likud dan menghadapi dakwaan potensial dalam tiga kasus korupsi itu berharap untuk membentuk pemerintah persatuan saingan utamanya, yakni mantan kepala militer Benny Gantz. Namun upaya tersebut berulang kali gagal.


Dalam sebuah video yang diunggah di akun Facebook resminya, Netanyahu mengatakan bahwa meskipun dia telah berusaha tanpa lelah untuk membangun pemerintahan dengan Gantz, namun dia telah berulang kali ditolak.
"Selama beberapa minggu terakhir, saya melakukan segala upaya untuk membawa Benny Gantz ke meja perundingan. Setiap upaya untuk membentuk pemerintah persatuan nasional yang luas, setiap upaya untuk mencegah pemilihan lagi," kata Netanyahu.

"Saya menyesal, berkali-kali dia menolak. Dia hanya menolak," sambungnya.

Dengan demikian, Netanyahu mengatakan bahwa dia akan mengembalikan "mandat" kepada Presiden Reuven Rivlin.

Sebelumnya, Rivlin memberikan Netanyahu kesempatan pertama untuk membentuk pemerintahan karena blok sayap kanan yang dipimpin Likud dan partai-partai keagamaan memenangkan kursi terbanyak di parlemen pemungutan suara 17 September lalu. Partai tersebut mengambil 55 dari 120 kursi parlemen. Jumlah itu satu kursi lebih banyak daripada Partai Biru dan Putih.

Sebagai partai individu, Likud memenangkan 32 kursi, sementara Biru dan Putih meraih 33 kursi.

Sementara itu Partai Biru dan Putih mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka bertekad untuk membentuk pemerintah persatuan liberal, yang dipimpin oleh Benny Gantz.

"Waktu berputar sudah berakhir, dan sekarang saatnya untuk bertindak," kata partai itu dalam sebuah pernyataan, seperti dimuat Al Jazeera.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Telkom Cegah Kerusakan Terumbu Karang Lewat Program ‘Bisa Biru’

Rabu, 15 Juli 2026 | 18:05

Cak Imin dan Parpol Sahabat Ikut Merumput di Turnamen Minisoccer Harlah PKB

Rabu, 15 Juli 2026 | 17:38

Kebutuhan Dana B50 Capai Rp32,3 Triliun, BPDP Pastikan Kas Aman

Rabu, 15 Juli 2026 | 17:36

Baliho Ulang Tahun Jokowi Disoal, Pengamat Minta PPID Buka Dokumen Perizinan

Rabu, 15 Juli 2026 | 17:23

Kejagung Teken Tiga Sprindik Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah

Rabu, 15 Juli 2026 | 17:16

Zulhas Ungkap Dua Fungsi Utama Kopdes Merah Putih, Tegaskan Bukan Supermarket

Rabu, 15 Juli 2026 | 17:08

IHSG Sore Ini Menguat ke 6.041, Rupiah Ditutup Rp18.068 per Dolar AS

Rabu, 15 Juli 2026 | 17:00

Menpar Jamin Setiap Rupiah Anggaran Negara Dikelola Akuntabel

Rabu, 15 Juli 2026 | 16:51

Sentuhan Teknologi Digital Mudahkan Masyarakat Ikuti Gerakan Sedekah Subuh

Rabu, 15 Juli 2026 | 16:48

Curiga Ada Intervensi Jelang Musda Demokrat Aceh, Kader Kirim Surat Terbuka ke AHY

Rabu, 15 Juli 2026 | 16:47

Selengkapnya