Berita

Kanto pemerintahan di Kabupaten Bogor/Net

Nusantara

Sindir Bupati, Gerindra: Selamatkan Kabupaten Bogor Dari DNA Koruptor

SENIN, 21 OKTOBER 2019 | 20:54 WIB | LAPORAN: DARMANSYAH

Partai Gerindra mengingatkan bahaya DNA Koruptor di Kabupaten Bogor. Hal ini diungkapkan anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra Daerah Pemilihan Jawa Barat V (Kabupaten Bogor), Mulyadi .

Mulyadi sendiri menyindir Bupati Bogor Rahmat Yasin (RY) yang terjerat beberapa kasus korupsi. Menurutnya, Kabupaten Bogor harus diselamatkan dari DNA koruptor.

"Artinya, tidak boleh dinasti yang mengendalikan kekuasaan itu adalah dinasti-dinasti yang tidak punya niat baik untuk bagaimana menjalankan tugas dan kewajiban amanah secara baik," ujar Mulyadi kepada wartawan, Senin (21/10).


Pria yang menjabat sebagai penasihat DPD Partai Gerindra Jawa Barat ini menyebut, DNA koruptor itu sudah terbukti memiliki daya rusak yang luar biasa.

"Kita membuang-buang energi dan waktu. Yang seharusnya anggaran pembangunan bisa optimal, tapi gara-gara DNA koruptor, pembangunan hanya seremonial dan retorika saja," imbuhnya.

Loyalis Prabowo Soebianto ini memberi contoh yang sederhana saat mengikuti pembangunan sarana dan prasarana di daerah Jonggol, Bogor.

"Di kampung saya di Jonggol. Ada gedung pemuda yang harus mengorbankan lapangan sepak bola. Kemudian, dibangun, katanya untuk gedung olahraga dan seterusnya dengan anggaran Rp 7 miliar, tapi sampai hari ini gedungnya masih terbengkalai. Padahal, lapangan bola itu dibutuhkan masyarakat," paparnya.

Mulyadi juga memaparkan contoh lain. Ada Masjid Nurul Taqwa di Jonggol mendapatkan dana hibah untuk direnovasi. Ternyata kualitasnya sama saja.

"Kalau dibandingkan mendingan tidak usah direnovasi karena jadi mubazir. Belum lagi pembangunan trotoar dan lain-lain," sesalnya.

"Saya perjuangkan revitalisasi alun-alun waktu zaman Pak Aher (Gubernur Jabar Ahmad Heryawan) dapat Rp 15 miliar, anggaran bantuan provinsi masuk ke kabupten. Tapi, ternyata dana yang akan dialokasikan ke Jonggol sesuai dalam proposal hanya Rp 500 juta atau Rp 600 juta," jelasnya.

Terkait bahaya DNA koruptor di Kabupaten Bogor, Mulyadi menegaskan substansi kepemimpinan itu bukan terjebak pada dinasti. Dia menginginkan kepemimpinan di Kabupaten Bogor diidentifikasi dengan niat dan kompetensi dari setiap pemimpin.

Menurutnya, kalau misalnya satu dinasti itu betul-betul memiliki kompetensi, niat, dan semangat untuk memajukan daerah, kita senang dan malah mengapresiasi.

"Tapi, sebaliknya, kalau semangat dinasti itu hanya untuk melanggengkan kekuasaan dalam rangka menutupi borok generasi sebelumnya atau terus-menerus memeras sumber daya yang dimiliki oleh daerah itu untuk kepentingan dinastinya, maka ini saya tentang. Makanya, saya bilang selamatkan Kabupaten Bogor dari DNA koruptor," tutupnya.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

TNI Terima Penyerahan 75 Senjata Peninggalan Konflik Sosial Maluku

Minggu, 04 Oktober 2026 | 03:17

MPSI Dorong Badan Khusus Tangani Pengungsi Internal Papua

Minggu, 04 Oktober 2026 | 02:50

KDMP: Dari Dukungan Negara Menuju Kemandirian Anggota

Minggu, 04 Oktober 2026 | 02:25

Gibran Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Dugaan Keabsahan Ijazah

Minggu, 04 Oktober 2026 | 01:50

Berpengalaman di Bidang Reserse, Irjen Dadang Didapuk jadi Kapolda Metro

Minggu, 04 Oktober 2026 | 01:20

Ketika Karbon Menjadi Komoditas

Minggu, 04 Oktober 2026 | 00:43

Miliki Segudang Pengalaman, Tugas Berat Kini Menanti Herimen sebagai Kabaharkam

Minggu, 04 Oktober 2026 | 00:28

Laporan Keuangan Danantara Ditargetkan Rampung Oktober

Minggu, 04 Oktober 2026 | 00:04

Kapolri Baru Harus Usut Kasus Pembubaran Ibadah GKPI Mauk Sepatan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:33

Polisi Didesak Ungkap Kasus Pemecahan Kaca Mobil Jurnalis di Depok

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:13

Selengkapnya