Berita

Kapolri Jenderal Tito Karnavian/Net

Politik

Jokowi Minta Jenderal Tito Urusi Masalah Dalam Negeri

SENIN, 21 OKTOBER 2019 | 19:56 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Sinyal kuat Kapolri Jenderal Tito Karnavian masuk ke dalam pemerintahan semakin kuat. Hal ini tersirat saat Tito dipanggil oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara.

Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane mengatakan, santernya Tito bakal masuk ke dalam Kabinet Kerja Jilid II sudah lama berhembus, bahkan Jokowi secara khusus telah meminta Jenderal asal Palembang itu mengurusi dalam negeri sebagai Menteri Dalam Negeri menggantikan Tjahjo Kumolo.

“IPW sendiri sudah cukup lama mendengar kabar bahwa Kapolri Jenderal Tito Karnavian akan mendapat tugas baru dari presiden Jokowi, yakni masuk dalam kabinet Jokowi Ma'ruf. Informasi yang diperoleh IPW, Tito akan menjabat sebagai Mendagri,” kata Neta kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (21/10).


Posisi itu, lanjut Neta, dinilai tepat bagi Tito. Mengingat sebagai Kapolri yang memegang dan mengendalikan serta mengkoordinasikan wilayah di bidang keamanan.

“Jika menjadi Mendagri tentunya tinggal mengembangkan pengendalian dan koordinasi pemerintahan daerah dengan fokus memantapkan pembangunan daerah dengan jaminan keamanan yang sudah dikerjakan Tito selama ini," tuturnya.

Lebih lanjut Neta mengatakan, ke depan Jokowi sangat memerlukan wilayah yang aman agar para investor merasa ada jaminan dan kepastian untuk berinvestasi.

Dengan menjabat Mendagri, koordinasi dan strategi untuk menjaga keamanan di sejumlah daerah tentu akan lebih mudah. Terlebih dengan TNI dan Polri tentunya tidak ada kendala ataupun kesenjangan.

“Diharapkan sikap dan kinerja profesional Tito selama ini bisa memudahkan tugas-tugas barunya nanti, jika dipercaya Presiden Jokowi sebagai Mendagri,” tutupnya.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

KPK Tak Gentar Hadapi Praperadilan Mantan Waka PN Depok

Minggu, 03 Mei 2026 | 20:19

Ordal, pada Perspektif Rawls

Minggu, 03 Mei 2026 | 19:54

KPK Telusuri Duit Panas Cukai ke Pengusaha Rokok

Minggu, 03 Mei 2026 | 19:23

DPR Geram Ada PRT Tewas: Negara ke Mana?

Minggu, 03 Mei 2026 | 19:17

Spirit Airlines Jadi Maskapai AS Pertama yang Bangkrut akibat Perang Iran

Minggu, 03 Mei 2026 | 17:03

Renault Triber 2026, Sensasi Mobil Keluarga Rasa Eropa Harga Rp 106 Jutaan

Minggu, 03 Mei 2026 | 17:01

Trump Ragu Terima 14 Syarat Damai Baru dari Iran

Minggu, 03 Mei 2026 | 16:33

DPR Ungkap Ada Skenario Damai di Balik Kasus PRT Tewas di Jakpus

Minggu, 03 Mei 2026 | 16:09

Andi Arief Ingatkan Militer Masuk Pemerintah karena Sipilnya Koruptif

Minggu, 03 Mei 2026 | 15:59

Menlu AS Sambangi Vatikan usai Perseteruan Trump dan Paus Leo XIV

Minggu, 03 Mei 2026 | 15:26

Selengkapnya