Berita

Kapolri Jenderal Tito Karnavian/Net

Politik

Merapatnya Jenderal Tito Ke Istana Cuma Panggilan Biasa

SENIN, 21 OKTOBER 2019 | 15:21 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Panggilan Presiden Joko Widodo terhadap Kapolri Jenderal Tito Karnavian merupakan panggilan yang biasa.

Hal ini diungkapkan Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis Kepolisian (Lemkapi) Edi Hasibuan. Menurut Edi, Tito dipanggil karena dia sebagai penjaga keamanan dalam negeri.

"Kita sih melihat itu sebagai panggilan biasa Presiden terhadap Kapolri,” kata Edi kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (21/10).


Edi menambahkan, masyarakat dan Polri khususnya masih sangat butuh sosok Tito Karnavian untuk memimpin Korps Bhayangkara.

Pasalnya, masa dinas alumnus Akademi Kepolisian (Akpol) 1987 itu masih sampai tahun 2022 yang akan datang.

"Kita harapkan Kapolri tetap fokus menyelesaikan tugasnya sebagai Kapolri," harapnya.

"Jika Presiden Jokowi memang menginginkan tenaga dan strategi Tito untuk membantunya di dalam Kabinet Kerja jilid II, tentu hal tersebut merupakan hak prerogatif Presiden," pungkasnya.

Seperti diketahui, Kapolri Jenderal Tito Karnavian datang ke Istana Negara. Tito datang sekitar pukul 12.10 WIB dengan didampingi oleh Kadiv Humas Polri Irjen Mohammad Iqbal dan dua ajudannya.

Berbeda dengan tokoh-tokoh yang dipanggil Jokowi ke Istana Negara, seperti Mahfud MD, Christiany Eugenia Paruntu, Nadiem Makarim, Wishnutama, Erick Thohir, Airlangga Hartarto dan Fadjroel Rahman yang hadir mengenakan kemeja putih celana hitam. Tito datang mengenakan pakaian dinas lapangan (PDL).

“Saya kira ini mengenai situasi Kamtibmas. Kemarin pelantikan, pengamanan pelantikan. Alhamdulillah semua berjalan dengan lancar, dengan baik, kerja sama TNI Polri sangat luar biasa, dan stakeholder lainnya," kata Tito di Istana Negara.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

KPK Tak Gentar Hadapi Praperadilan Mantan Waka PN Depok

Minggu, 03 Mei 2026 | 20:19

Ordal, pada Perspektif Rawls

Minggu, 03 Mei 2026 | 19:54

KPK Telusuri Duit Panas Cukai ke Pengusaha Rokok

Minggu, 03 Mei 2026 | 19:23

DPR Geram Ada PRT Tewas: Negara ke Mana?

Minggu, 03 Mei 2026 | 19:17

Spirit Airlines Jadi Maskapai AS Pertama yang Bangkrut akibat Perang Iran

Minggu, 03 Mei 2026 | 17:03

Renault Triber 2026, Sensasi Mobil Keluarga Rasa Eropa Harga Rp 106 Jutaan

Minggu, 03 Mei 2026 | 17:01

Trump Ragu Terima 14 Syarat Damai Baru dari Iran

Minggu, 03 Mei 2026 | 16:33

DPR Ungkap Ada Skenario Damai di Balik Kasus PRT Tewas di Jakpus

Minggu, 03 Mei 2026 | 16:09

Andi Arief Ingatkan Militer Masuk Pemerintah karena Sipilnya Koruptif

Minggu, 03 Mei 2026 | 15:59

Menlu AS Sambangi Vatikan usai Perseteruan Trump dan Paus Leo XIV

Minggu, 03 Mei 2026 | 15:26

Selengkapnya