Berita

Protes koran-koran Australia/Net

Dunia

Lancarkan Kampanye Melawan Kerahasiaan, Media Australia Hitamkan Halaman Depannya

SENIN, 21 OKTOBER 2019 | 13:31 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Hampir seluruh surat kabar di Australia menghitamkan tulisan di halaman depannya pada awal pekan ini seperti dokumen pemerintah rahasia yang telah disensor.

Senin (21/10), mulai dari The Australian, The Sydney Morning Herald, The Daily Telegraph, hingga Australian Financial Review melakukan kampanye melawan kerahasiaan dan peraturan pemerintah yang menempatkan pelaporan dan kebebasan pers dalam bahaya.

Dimuat Al Jazeera, kampanye ini dirancang untuk memunculkan tekanan publik kepada pemerintah agar membebaskan jurnalis dari undang-undang yang membatasi akses ke informasi sensitif, memberlakukan sistem informasi yang berfungsi dengan baik, dan meningkatkan tolak ukur untuk tuntutan hukum pencemaran nama baik.  


Selain menghitamkan halaman depannya, terdapat juga cap merah "Secret" dan sebuah iklan pertanyaan,"Ketika pemerintah menyembunyikan kebenaran dari Anda, apa yang mereka tutupi?"

"Ini tentang mempertahankan hak dasar setiap warga Australia untuk mendapat informasi yang benar tentang keputusan penting yang dibuat pemerintah atas nama mereka," kata Kepala Eksekutif Nine, Hugh Marks.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Ketua Eksekutif News Corp Australasia, Michael Miller yang mengatakan orang "harus selalu curiga terhadap pemerintah yang ingin membatasi hak mereka untuk mengetahui apa yang terjadi".  

Meski demikian, Menteri Komunikasi Australia, Paul Fletcher belum memberikan komentar perihal kampanye media ini.

Sejak tahun ini, media Australia memang mendapatkan sorotan. Puluhan jurnalis dan media Australia dihukum karena meliput sidang mantan bendahara Vatikan, Kardinal George Pell yang dinyatakan bersalah atas tuduhan pelecehan seksual terhadap anak.

Setelah itu, pada Juni lalu, polisi menggerebek kantor pusat ABC dan rumah editor News Corp yang dicurigai menerima dokumen rahasia nasional yang membuat 9.000 file komputer. Alhasil, kejadian ini memicu kecaman internasional.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Ini Pesan Denny Indrayana Jelang Putusan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:23

IHSG Melesat 1,21 Persen, Rupiah Jauhi Rp18.000 per Dolar AS

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:12

Menhaj Godok Kunjungan Wisata Jemaah Haji dan Umrah ke Yordania

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:11

Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Sitaan Negara Rp13,2 Triliun di Kejagung

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:09

Penempatan Manajer Sesuai Karakter Wilayah Jadi Kunci Keberhasilan Kopdes

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:04

Komisi III DPR Dukung Perombakan Pejabat Polri untuk Regenerasi

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:58

Komoditas Pangan Jadi Penyumbang Utama Inflasi di Jakarta

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:50

Ferry Juliantono Dorong Kolaborasi Kampus dan Pemda Kembangkan Koperasi

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:44

KPK Ingatkan Nusron Wahid soal Kewajiban Hadiri Panggilan Penyidik

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:40

Penampakan Tumpukan Uang Sitaan Negara Rp13,2 Triliun di Kejagung

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:39

Selengkapnya