Berita

Jokowi-Maruf punya modal kuat untuk memenuhi janji mereka/Net

Politik

Punya Modal Politik Kuat, Tak Ada Dalih Bagi Jokowi Untuk Mengelak Dari Janjinya

SENIN, 21 OKTOBER 2019 | 09:54 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Joko Widodo dan Maruf Amin resmi dilantik menjadi Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia periode 2019-2024. Segala bentuk ucapan selamat, harapan, dan doa mengiringi langkah keduanya selama lima tahun ke depan.

Jokowi-Maruf Amin tak bisa leha-leha. Karena sejumlah isu krusial yang langsung berkait dengan kepentingan publik sudah ada di hadapan mereka.

Yakni masalah target pertumbuhan ekonomi yang tidak tercapai, defisit neraca perdagangan, utang luar negeri yang terus membengkak, penurunan daya beli masyarakat, serta makin meroketnya biaya layanan sosial dasar.


Demikian yang disampaikan pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI), Ade Reza Hariyadi saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL.

"Periode kedua ini, Jokowi seharusnya makin confidence untuk merealisasikan janjinya tentang keadilan dan kesejahteraan rakyat," ujar Ade Senin (21/10).

Karena, menurut Ade, Jokowi-Maruf setidaknya sudah punya dua modal penting untuk merealisasikan janji kampanye mereka. Yakni dukungan mayoritas dalam Pilpres dan kekuatan koalisi di Parlemen.

"Potensi dukungan makin kuat jika Prabowo dan koalisinya juga masuk dalam pemerintahan.  Sehingga tidak ada dalih politik lagi bagi pemerintah yang baru untuk mengelak dari janjinya," katanya.

Melalui modal politik kuat itu, Jokowi-Maruf juga hendaknya dapat merangkul seluruh elemen sosial yang sebelumnya terfragmentasi dengan pendekatan konsensus.

"Hal ini mengingat kekhawatiran publik tentang pembatasan kebebasan sipil dan kriminalisasi politik (masih besar)," pungkasnya.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Permintaan Chip AI Dongkrak Saham Intel hingga 24 Persen

Sabtu, 25 April 2026 | 12:18

Apa Itu UNCLOS? Dasar Hukum Jadi Acuan Indonesia di Selat Malaka

Sabtu, 25 April 2026 | 12:03

Purbaya Siap Geser hingga Non-Job Pegawai Pajak Bermasalah

Sabtu, 25 April 2026 | 12:02

Jalan Mulus Kevin Warsh ke Kursi The Fed, Dolar AS Langsung Terkoreksi

Sabtu, 25 April 2026 | 11:45

Subsidi Motor Listrik Disiapkan Lagi, Pemerintah Bidik 6 Juta Unit

Sabtu, 25 April 2026 | 11:16

IHSG Sepekan Anjlok 6,61 Persen, Kapitalisasi Pasar Menciut Jadi Rp12.736 Triliun

Sabtu, 25 April 2026 | 10:59

Rupiah Melemah, DPR Desak Pemerintah Jaga Daya Beli Rakyat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:48

Wamen Ossy Gaspol Benahi Layanan Pertanahan: Target Tanpa Antrean dan Lebih Cepat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:27

Ketergantungan pada Figur, Cermin Lemahnya Demokrasi Internal Parpol

Sabtu, 25 April 2026 | 10:02

Netanyahu Akui Sempat Jalani Terapi Kanker Secara Diam-diam

Sabtu, 25 April 2026 | 09:51

Selengkapnya