Berita

Pengungsi Rohingya/Net

Dunia

Bangladesh Siap Pindahkan 7.000 Pengungsi Rohingya Ke Pulau Kecil Bulan Depan

SENIN, 21 OKTOBER 2019 | 06:49 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Otoritas Bangladesh akan mulai merelokasi warga Rohingya ke sebuah pulau yang dikabarkan rawan banjir di lepas pantai bulan depan.

Langkah itu diambil setelah mereka mengklaim bahwa beberapa ribu lengungsi Rohingya setuju untuk pindah.

Rencananya, mereka akan dilindahkan ke Bhasan Char, yakni sebuah pulau di Teluk Bengal yang dalat ditempuh beberapa jam dengan kapal dari pulau utama Bangladesh.


Relokasi dilakukan untuk mengurangi kepadatan penduduk di kamp-kamp di Cox's Bazar, di mana ada lebih dari satu juta pengungsi Rohingnya tinggal pasca melarikan diri dari Myanmar.

"Kami ingin memulai relokasi awal bulan depan,” kata Ketua Komisi Relief and Repatriation yang berbasis di Cox's Bazar, Mahbub Alam Talukder, seperti dimuat Reuters.

Dia menambahkan bahwa para pengungsi akan dipindahkan secara bertahap.

"Para pejabat kami menyusun daftar para pengungsi yang bersedia pindah ke sana," jelasnya, seraya menambahkan bahwa sebanyak 7.000 pengungsi sejauh ini telah setuju untuk dipindahkan.

Namun benerapa kelompok hak asasi manusia telah menyatakan keprihatinan atas rencana itu karena pulau itu terpencil dan rentan terhadap kehancuran akibat topan. Mereka khawatir bahwa hal tersebut dapat memicu krisis baru.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya