Berita

Carrie Lam/Net

Dunia

Pemimpin Hong Kong Bela Penggunaan Senjata Oleh Polisi Di Tengah Unjuk Rasa

MINGGU, 20 OKTOBER 2019 | 08:59 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pemimpin Hong Kong Carrie Lam membela penggunaan kekuatan senjata yang dilakukan oleh polisi dalam menghadapi pengunjuk rasa di tengah aksi protes anti-pemerintah.

Lam menyebut bahwa lengkah tersebut telah sesuai diambil polisi untuk menanggapi para pemrotes dalam peristiwa berskala besar. Dia pun menegaskan bahwa pemerintah tidak akan mentolerir tindakan yang melanggar hukum atau kekerasan.

"Kita harus memiliki keyakinan pada aturan hukum Hong Kong, yang juga termasuk mematuhi hukum," tambah Lam dalam sebuah wawancara dengan penyiar publik RTHK dan dimuat ulang (Minggu, 20/10).


Dalam kesempatan yang sama, Lam juga menekankan nilai kebebasan berbicara, dengan mengatakan bahwa pemerintah tidak memiliki niat untuk melakukan pendaftaran wartawan yang seragam atau untuk memeriksa siapa yang akan memenuhi syarat untuk melakukan liputan berita.

"Kebebasan berbicara adalah nilai inti di Hong Kong," kata Lam.

"Saya sepenuhnya setuju dengan gagasan bahwa wartawan memiliki hak untuk menggunakan kekuatan mereka sebagai kekuatan keempat," sambungnya.

Diketahui bahwa gelobang aksi unjuk rasa anti-pemerintah belum juga menunjukkan tanda-tanda usai setelah berbulan-bulan. Ribuan pengunjuk rasa masih turun ke jalan setiap minggu di Hong Kong untuk menyuarakan protes.

Aksi unjuk rasa diawali dengan protes akan RUU ekstradisi ke China. Banyak warga Hong Kong menilai bahwa RUU itu adalah bentuk lain cengkraman China. Namun, meski kini RUU itu telah dibatalkan, namun protes belum usai. Tuntutan mereka pun semakin luas dan menyerukan Lam untuk mundur, demokrasi yang lebih transparan dan penyelidikan atas dugaan kebrutalan polisi.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Kemendag: Wajib Halal Bukan Pelarangan Impor

Sabtu, 26 September 2026 | 06:30

Baznas dan Komite Bantuan Kepresidenan Palestina Perkuat Kerja Sama Kemanusiaan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:12

Instruksi Prabowo soal Kuliah Gratis PTN Harus Diprioritaskan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:00

Serba ‘Tidak’ di Sidang Gibran

Sabtu, 26 September 2026 | 05:41

Cuma Tambah Dua Perunggu, Peringkat Indonesia Merosot

Sabtu, 26 September 2026 | 05:17

Jalur Sepeda Jangan cuma Jadi Pajangan

Sabtu, 26 September 2026 | 05:00

Benarkah Pengganti Gibran Sudah Ada?

Sabtu, 26 September 2026 | 04:29

Korlantas Polri Luncurkan Empat Inovasi Digital

Sabtu, 26 September 2026 | 04:18

Jangan Istimewakan Oknum DPRD Diduga Bakar Lahan

Sabtu, 26 September 2026 | 04:00

Kepala BNPB Minta Maaf soal Karhutla: Klarifikasi Istilah 'Normal'

Sabtu, 26 September 2026 | 03:46

Selengkapnya