Berita

Sri Bintang Pamungkas (kedua dari kiri) di Rumah Class Action Guntur, Jakarta Selatan/RMOL

Politik

Sri Bintang Pamungkas: Meski Besok Dilantik, Desember Nanti Jokowi Bisa Jatuh

SABTU, 19 OKTOBER 2019 | 21:25 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Meski sinyal Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto akan merapat dalam pemerintahan Joko Widodo-Ma’ruf Amin. Aktivis senior Sri Bintang Pamungkas menyatakan tetap tidak akan mendukung dan tetap melakukan kritik.

Bukan tanpa alasan, menurut aktivis yang pernah dipenjara itu Jokowi dan Prabowo sama-sama didukung pebisnis dan negara Republik Rakyat China. Bintang mengibaratkan keduanya sebagai ayam.

“Di beberapa tempat, orang tanya pada saya, Prabowo itu seperti apa, Jokowi seperti apa. Saya bilang terus terang ini, yang satu ayam sayur, yang satu ayam potong. Ya, jadi memang republik ini akan mengalami kerusakan yang hebat kalau rezim ini terus," kata Bintang dalam diskusi di Rumah Class Action Guntur Network 49, Jakarta Selatan, Sabtu (19/10).


Alasan lain dirinya tidak mendukung keduanya karena sama-sama mendukung amendemen UUD 1945 yang sudah dilakukan selama ini. Seharusnya, menurut dia, UUD 1945 yang belum diamendemen yang diterapkan Indonesia sebagai warisan kemerdekaan.

Pasalnya, amendemen UUD 1945 hanya menguntungkan segelintir elite. Amandemen itu, membatasi rakyat untuk bisa mengusung presiden pilihannya sendiri.

"Nonpartai tidak boleh memilih. Padahal syarat-syarat membuat partai itu triliunan, hanya orang kaya macam, ya Jokowi di belakangnya kan ada, Prabowo juga ada," tuturnya.

Ia masih memiliki keyakinan, bahwa Jokowi bisa jatuh ditengah jalan seperti rezim Soeharto yang bisa ditumbangkan karena kehendak rakyat
Kalau Soeharto dilantik bulan Maret, bulan Mei jatuh. Jadi kalau Jokowi dilantik besok, saya kira Desember jatuh. Ini saya ingin sampaikan kepada Polda kalau saya diperiksa lagi," ia menambahkan.

“Kalau Soeharto dilantik bulan Maret, bulan Mei jatuh. Jadi kalau Jokowi dilantik besok, saya kira Desember jatuh,” pungkasnya.


Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

UPDATE

Fuad Bawazier: Kekayaan Alam Indonesia Dikuasai Segelintir Orang

Jumat, 19 Juni 2026 | 22:19

Nanik Deyang Langsung Ditelepon DPR Usai Didemo Mahasiswa

Jumat, 19 Juni 2026 | 22:08

Eks Dirjen Kuathan Emosional Bela Leonardi: Ini Perjuangan Negara

Jumat, 19 Juni 2026 | 21:53

Koperasi Karyawan Forwarder, Bukan Alat Konflik tapi Jembatan Keseimbangan

Jumat, 19 Juni 2026 | 21:37

Mahasiswa Bubarkan Diri Usai Bertemu Dasco Cs

Jumat, 19 Juni 2026 | 21:27

Fuad Bawazier Curiga Ada Penghambat di Lingkaran Istana

Jumat, 19 Juni 2026 | 21:19

IDEacraft Sulap Produk Dekorasi Rumah Menjadi Peluang Usaha Berkat Pemberdayaan BRI

Jumat, 19 Juni 2026 | 21:04

DPR Langsung Telepon Bahlil Menjawab Keresahan Mahasiswa

Jumat, 19 Juni 2026 | 20:35

Jalani Tes Kesehatan, Roy Suryo dan Dokter Tifa Selangkah Lagi ke Meja Hijau

Jumat, 19 Juni 2026 | 20:33

Penangkapan Roy Suryo dan Dokter Tifa Bukti Jokowi Sakti Mandraguna

Jumat, 19 Juni 2026 | 20:22

Selengkapnya