Berita

Refrizal/Net

Politik

PELANTIKAN PRESIDEN

Refrizal: Pengamanan Berlebihan, Bukannya Bapak Presiden Pilihan Mayoritas Rakyat?

SABTU, 19 OKTOBER 2019 | 08:34 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Puluhan ribu aparat gabungan TNI dan Polri dikerahkan mengamankan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih 2019-2024, Joko Widodo-Maruf Amin, Minggu besok (20/10).

Tepatnya, sebanyak 30 ribu personel pengamanan dikerahkan. Jumlah tersebut dinilai terlalu berlebihan oleh sejumlah pihak.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Refrizal mengaku heran dengan jumlah besar personel pengamanan pada saat pelantikan. Dia menilai jumlah personel pengamanan tersebut terlalu berlebihan.


"Pak Jokowi yang terhormat, kenapa pengamanan pelantikan presiden berlebihan (30 ribu pasukan)? Bukankah Bapak Presiden pilihan mayoritas rakyat?" kata mantan anggota DPR itu lewat akun twitternya @refrizalskb, Jumat malam (18/10).

Bahkan, aparat kepolisian juga telah melarang adanya aksi unjuk rasa sejak Selasa hingga Minggu (15-20/10). Larangan tersebut berupa tidak akan mengeluarkan Surat Tanda Terima Pemberitahuan Demo (STTP) jika ada yang mengajukan.

Padahal, Presiden Joko Widodo mengaku tidak melarang masyarakat menggelar demonstrasi saat pelantikan pada 20 Oktober. Jokowi menyatakan bahwa kegiatan menyampaikan pendapat di muka umum dijamin konstitusi.

"Namanya demo kan dijamin konstitusi," kata Jokowi usai menerima pimpinan MPR, di Istana Merdeka, Rabu (16/10).

Dengan demikian, Refrizal pun mempertanyakan sikap Polri yang melarang adanya aksi unjuk rasa.

"Berdemopun telah dilarang oleh Kapolri? Saya tunggu jawabannya ya pak. Terima kasih," tegas Refrizal masih dalam twit yang sama.

Populer

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

KPK Dikabarkan Kembali Gelar OTT di Sumut

Kamis, 02 Juli 2026 | 20:50

KPK Gelar OTT di Kabupaten Kuantan Singingi Riau

Senin, 29 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

Wacana Penyeragaman Kemasan Bikin Pusing Industri Hasil Tembakau

Selasa, 07 Juli 2026 | 00:08

Komisi IV DPR Siapkan Tim Investigasi Tailing Freeport di Timika

Senin, 06 Juli 2026 | 23:58

MSBI-Apkasi Kolaborasi Kembalikan Kejayaan Sepak Bola RI

Senin, 06 Juli 2026 | 23:36

Korupsi Batu Bara Biang Kerok Blackout di Sejumlah Wilayah Indonesia

Senin, 06 Juli 2026 | 23:30

75 Persen Kredit Pensiunan Kini Bidik Kegiatan Usaha

Senin, 06 Juli 2026 | 23:07

RUU HAM Masih Lemah Melindungi Hak Perempuan

Senin, 06 Juli 2026 | 22:56

Tukar Pikiran Bola Nasional

Senin, 06 Juli 2026 | 22:45

Survei Terbuka IndexMundi, Burhanuddin Muhtadi Beberkan Cacat Metodologi Riset Online

Senin, 06 Juli 2026 | 22:39

Polri Minta Bandar Narkoba Penyerang Anggota Polres Katingan Serahkan Diri

Senin, 06 Juli 2026 | 22:21

Menaker Pastikan Isu PHK TikTok-Tokopedia Tuntas

Senin, 06 Juli 2026 | 22:20

Selengkapnya