Berita

Presiden Joko Widodo/Net

Politik

Jokowi, Jangan Sampai Kegagalan Bidang Ekonomi Periode Pertama Terulang!

JUMAT, 18 OKTOBER 2019 | 15:23 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Masalah ekonomi menjadi momok yang menakutkan bagi pemerintahan Joko Widodo. Sebab, semua target yang dicanangkan di periode pertama seperti gagal total.

Kegagalan bisa tercermin dari laju pertumbuhan ekonomi yang tidak bisa bergerak lebih baik dari angka lima persen. Bahkan diprediksi tahun ini akan nyungsep ke angka 4 persen.

Pengamat politik, Jajat Nurjaman menguraikan bahwa tambahan kekuatan partai pendukung pemerintah seharusnya bisa lebih memberikan ruang yang leluasa untuk memilih orang-orang yang tepat dalam mengisi pos kementerian, terutama dalam bidang ekonomi.


“Jangan sampai apa yang terjadi di periode pertama ini kembali terulang yang salah satu faktornya ditengarai akibat keliru menempatkan orang-orang yang berkompeten di bidangnya, sehingga pemerintah selalu gagal mencapai target pertumbuhan ekonomi yang dicanangkannya,” ujar Jajat dalam keterangan tertulisnya, Jumat (18/10).

Jajat menilai, tidak ada salahnya jika dalam periode keduanya nanti Jokowi mengadopsi konsep ekonomi seperti yang ditawarkan oleh Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

Menurutnya, yang dibutuhkan di pos ekonomi tidak hanya muka baru, melainkan juga tapi kemampuan dalam memberikan solusi terbaik agar perekonomian bisa lebih baik.

Hanya dengan begitu, target pencapaian ekonomi tidak lagi mengawang dan akan meroket seperti pada periode pertama. Periode kedua ini adalah ajang pembuktian terakhir bagi Jokowi atas kemampuannya membawa Indonesia lebih baik, untuk itu diperlukan kerjasama dari semua pihak.

“Saya kira dengan membentuk koalisi gemuk ini diharapkan tidak sebatas tentang bagi-bagi kursi, tapi lebih menekankan akan pentingnya menyelematkan nasib ekonomi Indonesia ke depan,” tutup Jajat.

Populer

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Helikopter Pemadam Karhutla BNPB Jatuh di Sungai Barito

Minggu, 08 November 2026 | 14:30

Putin Pastikan Rusia-AS-Ukraina Kembali Berunding Pekan Depan di Abu Dhabi

Minggu, 08 November 2026 | 14:26

Plt Bupati Klaten Dicecar KPK soal Penerimaan Uang Hamenang dan Era Sebelumnya

Minggu, 08 November 2026 | 14:19

Al Aqsha Travel Gelar Akademi Marketing Haji untuk Perkuat Kompetensi Mitra

Minggu, 08 November 2026 | 14:02

Bahlil Ancam Tempuh Jalur Hukum Gegara Namanya Dikaitkan dengan Isu Penyadapan Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 13:47

Gempa 5,7 Magnitudo Guncang Jepang, 20 Orang Terluka

Minggu, 08 November 2026 | 13:42

Penyadapan Presiden Prabowo Biang Kerok Ekonomi Tidak Stabil

Minggu, 08 November 2026 | 13:28

Green Wakaf, Memperluas Manfaat Wakaf untuk Menjaga Kelestarian Alam

Minggu, 08 November 2026 | 13:08

Pengamat: Peran Seskab Teddy Strategis dalam Komunikasi Politik Pemerintah

Minggu, 08 November 2026 | 13:02

AS Siapkan Rp362 Miliar untuk Pembocor Informasi Nuklir Iran

Minggu, 08 November 2026 | 12:40

Selengkapnya