Berita

Jokowi dan Prabowo/Net

Politik

Gerindra Gabung Atau Tidak Ada Di Tangan Jokowi, Bukan Prabowo

JUMAT, 18 OKTOBER 2019 | 11:29 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto belum menyampaikan sikap politik apakah Gerindra tetap jadi oposisi atau akan bergabung dengan pemerintah.

Sikap itu belum disampaikan karena Prabowo masih menunggu keputusan dari Presiden Joko Widodo.

Keputusan yang dimaksud adalah, pengumuman Presiden terkait nama-nama menteri kabinet periode 2019-2024.


Pengamat politik Nyarwi Ahmad mengatakan, keputusan Gerindra menjadi oposisi atau koalisi akan diambil setelah Jokowi mengumumkan nama-nama menteri.

"Kejutan itu bukan datang dari Pak Prabowo menurut saya, tapi justru kejutan bisa datang dari Pak Jokowi," kata Director for Presidential Studies-DECODE UGM ini kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (17/10).

"Dalam artian, tiba-tiba mengumumkan tokoh-tokoh yang mungkin dari Gerindra. Nah, itu mungkin selama ini kan menurut saya baru sifatnya komunikasi atau penjajakan, ada kemungkinan enggak kalau misalnya masuk koalisi seperti platform yang ditawarkan itu kan," ucap Nyarwi Ahmad menambahkan.

Ketika Jokowi mengumumkan ada nama menteri dari Gerindra, maka Gerindra otomatis akan menjadi koalisi. Menurutnya, tidak akan ada yang menolak jika dikasih jatah menteri.

"Dugaan saya kalau itu diumumkan, tidak akan ada penolakan juga. Yang mengejutkan kalau sudah diumumkan kemudian terjadi penolakan, tapi dugaan saya kecil kemungkinan terjadi seperti itu," demikian Nyarwi Ahmad.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Sekolah Rakyat dan Investasi Penghapusan Kemiskinan Ekstrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 22:03

Agenda Danantara Berpotensi Bawa Indonesia Menuju Sentralisme

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:45

JMSI Siap Perkuat Peran Media Daerah Garap Potensi Ekonomi Biru

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:34

PP Himmah Temui Menhut: Para Mafia Hutan Harus Ditindak Tegas!

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:29

Rezim Perdagangan dan Industri Perlu Dirombak

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:15

GMPG Pertanyakan Penanganan Hukum Kasus Pesta Rakyat Garut

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:02

Roy Suryo Ogah Ikuti Langkah Eggi dan Damai Temui Jokowi

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:00

GMNI: Bencana adalah Hasil dari Pilihan Kebijakan

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:42

Pakar Hukum: Korupsi Merusak Demokrasi Hingga Hak Asasi Masyarakat

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:28

DPR Setujui Anggaran 2026 Komnas HAM Rp112 miliar

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:26

Selengkapnya