Berita

Rois Aam PBNU KH Miftachul Akhyar (keempat dari kiri) saat hadiri istighisah kubro/RMOL

Politik

Rais 'Aam PBNU: Selurut Umat Indonesia Wajib Hormati Jokowi-Ma'ruf Amin

KAMIS, 17 OKTOBER 2019 | 23:25 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Istighotsah kubro bertajuk 'Mengetuk Langit Menebar Damai' yang digelar Massa Terang Cahaya (Master C19), Kamis (17/10) malam, berlangsung khidmat. Diharapkan, istighotsah tersebut menjadi penyejuk suasana jelang pelantikan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden KH Maruf Amin.

Puluhan kiai dan habaib yang datang dari berbagai daerah pun khusyuk memimpin istighotsah yang dilaksanakan di Tugu Api Pancasila, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta. Para kiai dan habaib mendoakan agar masyarakat menuai kedamain dalam berbangsa dan bernegara.

Sementara itu, Rais Aam PBNU KH Miftahul Akhyar mengatakan, momen politik sudah selesai. Kata Kyai Mif -sapaan akrabnya-, pemimpin bangsa sudah dipilih secara demokratis pada 17 April 2019 lalu. Artinya, masyarakat sudah selayaknya menghormati para pemimpin bangsa.
"Presiden dan wakil presiden sudah terpilih. Ketua DPR, MPR, juga sudah terpilih. Kita sebagai ummat sudah seharusnya menghormati dan mentaati para pemimpin," ujar Kiai Miftahul Akhyar saat menyampaikan tausyiah.

"Presiden dan wakil presiden sudah terpilih. Ketua DPR, MPR, juga sudah terpilih. Kita sebagai ummat sudah seharusnya menghormati dan mentaati para pemimpin," ujar Kiai Miftahul Akhyar saat menyampaikan tausyiah.
Sementara itu, Ketua Dewan Pakar Master C19, Juri Ardiantoro mengaku bersyukur dapat menyelenggarakan istighotsah.Jelang pelantikan presiden dan wakil presiden seperti sekarang ini, suhu politik mendidih. Ironisnya berdampak di masyarakat luas. Karena itulah, dibutuhkan kegiatan yang menyejukkan bagi masyarakat.

"Semoga istighotsah ini bisa menjadi penyejuk kita semua dan bangsa Indonesia pada umumnya," tandasnya.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya