Berita

Ekonom senior, DR Rizal Ramli dan Presiden Joko Widodo/Net

Politik

Di Kabinet, Rizal Ramli Bisa Wakili Gerindra

KAMIS, 17 OKTOBER 2019 | 21:36 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Kondisi ekonomi harus menjadi fokus pembenahan Presiden Joko Widodo di periode kedua. Sebab, di periode pertama dia menjabat, ekonomi Indonesia tidak menunjukkan pertumbuhan yang berarti.

Pertumbuhan ekonomi selalu mentok di angka 5 persen, jauh dari target janji kampanye Jokowi tahun 2014 lalu yang ingin 7 persen.

Bahkan kini, para analis ekonomi memprediksi ekonomi Indonesia bakal nyungsep ke angka 4 persen.


Untuk itu, pengamat politik, Ray Rangkuti meminta Jokowi menguras pikirannya untuk membuat ekonomi menjadi lebih baik dan bisa melanjutkan pembangunan.

“Perhatian Jokowi soal ekonomi yang lebih baik saja, sehingga ada duitnya untuk pembangunan,” ujarnya kepada Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu, Kamis (17/10).

Menurutnya, harus ada tokoh yang memiliki gebrakan ekonomi masuk dalam kabinet. Tokoh tersebut tidak lagi menggantungkan ekonomi Indonesia pada utang.

Salah satu tokoh yang disebutnya mampu membuat ekonomi Indonesia tidak begini-begini saja adalah Menko Perekonomian era Presiden Abdurrahman Wahid, DR Rizal Ramli.

Baca: Biar Ekonomi Nggak Gini-Gini Aja, Jokowi Harus Gandeng Rizal Ramli

Rizal Ramli layak dipertimbangkan agar ekonomi kita tidak lagi berbasis neoliberalisme. Selain itu, RR punya jurus-jurus mumpuni dalam mencari cara keluar dari krisis. Dia tidak text book, sehingga ada peluang ekonomi tidak terdikte dan mampu tumbuh lebih pesat.

“Dia (RR) juga punya riwayat panjang mengelola ekonomi, cukup berhasil kan waktu itu,” tegas direktur Lingkar Madani (Lima) Indonesia itu.

Kehadiran RR di kabinet, sambungnya, bisa menjadi wakil dari kelompok Gerindra. Apalagi saat pilpres lalu, mantan Menko Kemaritiman itu adalah think tank utama Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto.

RR juga diyakini bisa mewujudkan cita-cita Prabowo yang ingin ekonomi melesat hingga dua digit.

Selain jadi wakil Gerindra, kehadiran Rizal Ramli turut menjadi wakil para ekonom yang tidak setuju dengan sistem ekonomi neoliberal yang bersandarkan pada utang seperti saat ini.   

“Dia bisa mewakili Gerindra, juga mewakili ekonom-ekonom anti neoliberal,” tutup Ray Rangkuti.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

Praperadilan Dokter Tifa Ditolak, Ini Pertimbangan Hakim

Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:25

UPDATE

TNI Siap Turunkan Penerjun Khusus Padamkan Api Karhutla

Senin, 24 Agustus 2026 | 17:50

KDKMP Upaya Merebut Kedaulatan Rakyat Atas Pasar

Senin, 24 Agustus 2026 | 17:34

Pemerintah Kembali Kirim Bantuan ke NTT dan Kalimantan, dari Logistik hingga 500 Mesin Pompa Air

Senin, 24 Agustus 2026 | 17:30

Sri Purwanti Bangun Bisnis Kuliner Halal Citarasa Nusantara di Taiwan

Senin, 24 Agustus 2026 | 17:26

Rupiah Melemah, Sanksi Baru AS ke Iran jadi Biang Kerok

Senin, 24 Agustus 2026 | 17:13

Prabowo Dorong Uji Coba Ubi Bombing untuk Atasi Karhutla

Senin, 24 Agustus 2026 | 16:43

El Nino Sangat Kuat, Jangan Bakar Lahan untuk Land Clearing

Senin, 24 Agustus 2026 | 16:42

Rumor 62,2 Persen Saham BYAN Warning bagi Pasar Modal

Senin, 24 Agustus 2026 | 16:40

Pencemaran Berulang, DPR Desak Sumber Limbah Pencemar Kali Bekasi Diusut

Senin, 24 Agustus 2026 | 16:40

Bioskop Jaksinema Hadir di Pasar Rumput, Tiket Cuma Rp15 Ribu

Senin, 24 Agustus 2026 | 16:28

Selengkapnya