Berita

Kapal perang/Net

Dunia

Jaga-Jaga Konflik Laut China Selatan, Menlu Malaysia Ingin Angkatan Laut Diperkuat

KAMIS, 17 OKTOBER 2019 | 19:23 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Laut China Selatan kembali memanas. Merespons hal ini, Malaysia menyadari akan perlunya meningkatkan kemampuan pertahanan, terutama Angkatan Laut (AL) untuk menghadapi kemungkinan konflik.

Demikian yang diungkapkan oleh Menteri Luar Negeri Malaysia, Saifuddin Abdullah pada Kamis (17/10), seperti yang dilansir dari The Globe and Mail. 

Sejak beberapa pekan terakhir, terutama sejak bulan lalu ketika kapal perusak AL Amerika Serikat mulai berlayar di dekat pulau-pulau yang diklaim China, situasi di kawasan kembali memanas.


China menyalahkan AS karena telah meningkatkan ketegangan dengan mengirim kapal perang dan pesawat militer di sana.

Menanggapi hal ini, Saifuddin mengatakan Malaysia bisa saja mengeluarkan nota protes pada AS. Namun dengan kekuatan Angkatan Laut dan maritim yang dimiliki saat ini, Malaysia berada di posisi yang kurang menguntungkan, terutama jika terjadi konflik.

"Kapal Angkatan Laut Kerajaan Malaysia lebih kecil dari kapal penjaga pantai dari China. Kami tidak ingin (konflik) terjadi, tetapi aset kami perlu ditingkatkan, sehingga kami dapat mengelola perairan kami dengan lebih baik jika ada konflik antara kekuatan utama di Laut Cina Selatan," ujar Saifuddin kepada parlemen.

Seakan sepakat dengan menlunya, Perdana Menteri Mahathir Mohammad juga mengatakan Malaysia terlalu kecil untuk berdiri di atas kekuatan Asia, termasuk ketika kapal-kapal China mensurvei teritorial Malaysia untuk minyak dan gas tanpa izin.

Meski demikian, Saifuddin mengatakan Malaysia akan terus mendorong non-militerisasi Laut China Selatan dan menyerukan pendekatan baru dengan ASEAN.

"Laut China Selatan seharusnya tidak menjadi titik konflik di antara negara-nagara. Kami konsisten pada hal itu di forum internasional seperti ASEAN, di mana kami mengangkat konsep pengendalian diri dan non-militerisasi di Laut China Selatan," katanya. 

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Ini Pesan Denny Indrayana Jelang Putusan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:23

IHSG Melesat 1,21 Persen, Rupiah Jauhi Rp18.000 per Dolar AS

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:12

Menhaj Godok Kunjungan Wisata Jemaah Haji dan Umrah ke Yordania

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:11

Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Sitaan Negara Rp13,2 Triliun di Kejagung

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:09

Penempatan Manajer Sesuai Karakter Wilayah Jadi Kunci Keberhasilan Kopdes

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:04

Komisi III DPR Dukung Perombakan Pejabat Polri untuk Regenerasi

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:58

Komoditas Pangan Jadi Penyumbang Utama Inflasi di Jakarta

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:50

Ferry Juliantono Dorong Kolaborasi Kampus dan Pemda Kembangkan Koperasi

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:44

KPK Ingatkan Nusron Wahid soal Kewajiban Hadiri Panggilan Penyidik

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:40

Penampakan Tumpukan Uang Sitaan Negara Rp13,2 Triliun di Kejagung

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:39

Selengkapnya