Berita

Andre Rosiade saat berkunjung ke Kantor KPPU/Ist

Politik

Andre Rosiade: KPPU Akan Bentuk Tim Selidiki Dugaan Predatory Pricing Semen

KAMIS, 17 OKTOBER 2019 | 16:14 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Dugaan praktik predatory pricing semen conch asal Tiongkok berpotensi mengancam pasar semen dalam negeri. Atas alasan itu, anggota DPR Andre Rosiade serius dalam melakukan advokasi.

Pada Kamis (17/10), politisi Gerindra itu berkunjung ke kantor Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) untuk menanyakan tindak lanjut laporan terkait dugaan predatory pricing tersebut.

Dalam pertemuan yang berlangsung tertutup itu, kata Andre, KPPU menyatakan bahwa laporannya sudah lengkap secara administrasi. Selanjutnya, akan dibentuk tim penyelidikan.


"Pihak KPPU sudah membentuk tim penyelidikan dengan surat tugas itu 10 Oktober tim penyelidikan ini bekerja," kata Andre di Kantor KPPU, Jakarta, Kamis (17/10).

Dia menguraikan bahwa tim KPPU punya waktu 30 hari kerja, setelah itu tim akan melaporkan ke pimpinan mengenai dugaan melanggar UU 5/1999 tentang Larangan Praktik Monopoli Dan Persaingan Usaha Tidak Sehat.

“Lalu kalau memang butuh perpanjangan (waktu) mereka akan perpanjang. Itu lah perkembangan kasus kita tadi," beber Andre.

Menurutnya, kasus ini bukan masalah sepele. Sebab, menjadi ancaman serius bagi pasar semen nasional. Buntutnya, pembangunan infrastruktur yang gencar dibangun pemerintah justru akan menguntungkan produk asing.

"Seharusnya pembangunan infrastruktur yang gencar dilakukan pemerintah menjadi keuntungan bagi semen nasional, bukan malah sebaliknya," tutupnya.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Serentak di Tiga Lokasi, KPK Periksa Pegawai Kemenag dan Bos Travel

Jumat, 17 April 2026 | 14:16

Waspadai Phishing dan Malware, BNI Tekankan Keamanan BNIdirect

Jumat, 17 April 2026 | 14:15

Bitcoin Stabil di Level 74.900 Dolar AS

Jumat, 17 April 2026 | 14:11

Ekonomi Jatim Tumbuh 5,33 Persen di 2025, Didongkrak Sektor Manufaktur

Jumat, 17 April 2026 | 14:05

KPK Periksa Direktur Kepatuhan Bank Papua dalam Kasus Korupsi Dana Operasional Papua

Jumat, 17 April 2026 | 14:01

Rekrutmen Manajer Kopdes Tak Boleh Ada Titipan

Jumat, 17 April 2026 | 13:50

Kasus Chat Cabul Mahasiswa Merebak di IPB, DPR Minta Kampus Bertindak Tegas

Jumat, 17 April 2026 | 13:41

Penahanan Harga BBM Non-Subsidi Dikhawatirkan Ganggu Kesehatan Fiskal

Jumat, 17 April 2026 | 13:39

PPIH Ujung Tombak Keberhasilan Penyelenggaraan Haji

Jumat, 17 April 2026 | 13:31

KPK Temukan Dapur MBG Tak Layak, Kasus Keracunan Jadi Alarm Serius

Jumat, 17 April 2026 | 13:22

Selengkapnya