Berita

Joko Widodo/Net

Politik

Jokowi Ingin Ada Perubahan? Buang Semua Menteri Sektor Ekonomi

KAMIS, 17 OKTOBER 2019 | 15:29 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Sektor yang paling utama diperbaiki Presiden Joko Widodo di pemerintahan keduanya adalah soal ekonomi. Pemerintah baru Jokowi bersama Maruf Amin harus punya pendekatan baru.

Direktur Centre For Budget Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafi mengatakan, kalau Jokowi mempertahankan wajah lama di kementerian bidang ekonomi, maka pendekatannya juga yang lama, dan hasilnya kemungkinan persis sama. Yaitu, pertumbuhan ekonomi stagnan dan cenderung merosot.

Maka solusi satu-satunya adalah, merombak total pembantu Presiden di bidang ekonomi.


"Harus total dibuang, karena mereka enggak kerja untuk rakyat, tapi untuk elit politik dan pengusaha," ujar Uchok Sky kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (17/10).

Lima tahun pemerintahan Jokowi, pertumbuhan ekonomi mentok di angka 5 persen, dan utang terus membengkak.

"Pertumbuhan ekonomi tidak pernah mencapai target. Dan utang, dulu utang sebagai pelengkap, sekarang jadi menu utama," sindir Uchok Sky.

Menko Perekonomian Darmin Nasution dan  Menteri Keuangan Sri Mulyani serta menteri bidang ekonomi harus diganti. Penggantinya, akademisi dan ekonomi yang betul-betul bisa menggerakkan ekonomi rakyat tanpa utang dan jual aset.

"Kalau pingin maju, cari menteri yang mau dan bisa membangun ekonomi dan mensejahterkan rakyat, jangan yang doyan utang," demikian Uchok.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Kasus Bansos, Kabulog Jateng hingga Pejabat Pemkab Brebes dan Jember Diperiksa KPK

Rabu, 09 September 2026 | 14:28

Purbaya Bakal Tarik Dana Daerah yang Mengendap Rp100 Triliun di Bank

Rabu, 09 September 2026 | 14:26

Rumah Digeledah, Direktur PT CMC Diperiksa KPK Hari Ini

Rabu, 09 September 2026 | 14:06

Rugikan Negara Rp35,7 Miliar, KPK Panggil Direktur PT Brantas Abipraya

Rabu, 09 September 2026 | 13:49

Kata Bonjopi, Persib si Raja Comeback

Rabu, 09 September 2026 | 13:39

Punya 12 Pabrik Sawit, Legislator Nilai Sintang Cocok Jadi Basis Produksi B50

Rabu, 09 September 2026 | 13:29

Pakistan: Serangan Houthi ke Saudi Bisa Aktifkan Pakta Pertahanan Mekkah

Rabu, 09 September 2026 | 13:27

PISA 2025 Tak Banyak Bergerak, Indonesia Sedang Menormalisasi Krisis Pembelajaran

Rabu, 09 September 2026 | 13:02

Penyaluran B50 Tembus 3,4 Juta KL, 94 Persen SPBU Sudah Salurkan Biodiesel

Rabu, 09 September 2026 | 12:47

Tim SAR Diminta Maksimalkan Pencarian Lima Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Rabu, 09 September 2026 | 12:38

Selengkapnya