Berita

Tuan Guru Bajang/Net

Politik

TGB Masuk Rekomendasi PIT Untuk Menteri Jokowi, Ini Alasannya

KAMIS, 17 OKTOBER 2019 | 09:48 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Sejumlah nama diusulkan kepada Presiden Joko Widodo untuk dijadikan pertimbangan dalam memilih menteri di kabinetnya periode 2019-2024.

Setidaknya, ada enam nama yang diusulkan oleh Perhimpunan Indonesia Timur (PIT), salah satunya mantan Gubernur NTB, Muhammad Zainul Majdi alias Tuan Guru Bajang (TGB).

Zainal Majdi sebagai menteri di kabinet Indonesia Kerja Joko Widodo jilid II. Alasannya, TGB sering menghadiri sejumlah dialog masyarakat kawasan Indonesia Timur.


Koordinator PIT, Muhammad Syukur Mandar menyampaikan, sosok TGB kerap menghadiri sejumlah dialog masyarakat kawasan Indonesia Timur. Politisi Golkar itu memiliki kedekatan emosional dengan masyarakat di NTB dan masyarakat di kawasan timur.

“Kemudian dari sisi potensi, kita anggap punya kemampuan,” ucap Syukurdi kepada Kantor Berita Politik RMOL di acara penyampaian sikap mengenai kondisi Wamena dan rekomendasi calon menteri kabinet kerja Jokowi-Maruf Amin di kawasan Sarinah, Jakarta Pusat, Rabu (16/10).

Ia tak sembarangkan memunculkan nama untuk dipertimbangkan presiden. Menurutnya, TGB memiliki kemampuan yang mumpuni dalam hal pemerintahan.

"Kami tidak mau mengusulkan nama yang tidak memiliki kemampuan karena berharap presiden dalam lima tahun ke depan harus mampu menciptakan satu momumen sejarah penting," ungkapnya.

Mengenai isu adanya kasus yang kerap dikait-kaitkan dengan TGB, kata Syukur, PIT menyerahkan sepenuhnya kepada hukum untuk membuktikan.

“Kami serahkan kepada hukum, tetapi usulan berbagai pihak kami tampung, TGB dianggap tokoh potensial dari kawasan timur dari NTB yang mewakili kawasan di kabinet Jokowi,” tandasnya.

Selain TGB, beberapa nama lain yang diusulkan adalah mantan Wakil Ketua DPD RI, Prof. Dr. La Ode Ida; Ketua KSPI, Andi Gani Nena Wea; mantan wakil menteri, Prof. Dr. Alex Retrubun; mantan Menteri PDT, Drs. Manuel Kaisiepo. M.H.; dan Prof. Dr. Letjen (Purn) Syarifuddin Tippe.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Sekolah Rakyat dan Investasi Penghapusan Kemiskinan Ekstrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 22:03

Agenda Danantara Berpotensi Bawa Indonesia Menuju Sentralisme

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:45

JMSI Siap Perkuat Peran Media Daerah Garap Potensi Ekonomi Biru

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:34

PP Himmah Temui Menhut: Para Mafia Hutan Harus Ditindak Tegas!

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:29

Rezim Perdagangan dan Industri Perlu Dirombak

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:15

GMPG Pertanyakan Penanganan Hukum Kasus Pesta Rakyat Garut

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:02

Roy Suryo Ogah Ikuti Langkah Eggi dan Damai Temui Jokowi

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:00

GMNI: Bencana adalah Hasil dari Pilihan Kebijakan

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:42

Pakar Hukum: Korupsi Merusak Demokrasi Hingga Hak Asasi Masyarakat

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:28

DPR Setujui Anggaran 2026 Komnas HAM Rp112 miliar

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:26

Selengkapnya