Berita

Trump dan Erdogan/Net

Dunia

Lewat Surat Yang Bocor, Trump Ancam Erdogan: Jangan Bodoh!

KAMIS, 17 OKTOBER 2019 | 07:59 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mendesak Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan untuk membuat kesepakatan dengan kelompok Kurdi di Suriah. Desakan itu tertuang dalam sebuah surat yang dilayangkan Trump pada Erdogan.

Dalam surat yang bocor ke publik itu, Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat akan menghancurkan ekonomi Turki jika dia menolak melakukan gal tersebut.

"Anda tidak ingin bertanggung jawab atas pembantaian ribuan orang, dan saya tidak ingin bertanggung jawab karena menghancurkan ekonomi Turki, dan saya akan melakukannya," ancam Trump dalam surat tertanggal 9 Oktober itu. Surat tersebut pertama kali diterbitkan oleh Fox News pada hari Rabu (16/10).


Dalam surat itu, Trump juga meminta Erdogan untuk melakukan banyak hal dengan Pasukan Demokrat Suriah (SDF). Dia mencatat bahwa Jenderal Kurdi Mazloum Kobani Abdi dari SDF bersedia membuat konsesi yang mereka tidak akan pernah buat di masa lalu.

"Jangan menjadi pria yang tangguh. Jangan bodoh," tulis surat tersebut.

"Sejarah akan memandang Anda dengan baik jika Anda melakukan ini dengan cara yang benar dan manusiawi," tambah Trump.

"Tapi itu akan memandangmu selamanya sebagai iblis jika hal-hal baik tidak terjadi," sambungnya seperti dimuat Russia Today.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Kemendag: Wajib Halal Bukan Pelarangan Impor

Sabtu, 26 September 2026 | 06:30

Baznas dan Komite Bantuan Kepresidenan Palestina Perkuat Kerja Sama Kemanusiaan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:12

Instruksi Prabowo soal Kuliah Gratis PTN Harus Diprioritaskan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:00

Serba ‘Tidak’ di Sidang Gibran

Sabtu, 26 September 2026 | 05:41

Cuma Tambah Dua Perunggu, Peringkat Indonesia Merosot

Sabtu, 26 September 2026 | 05:17

Jalur Sepeda Jangan cuma Jadi Pajangan

Sabtu, 26 September 2026 | 05:00

Benarkah Pengganti Gibran Sudah Ada?

Sabtu, 26 September 2026 | 04:29

Korlantas Polri Luncurkan Empat Inovasi Digital

Sabtu, 26 September 2026 | 04:18

Jangan Istimewakan Oknum DPRD Diduga Bakar Lahan

Sabtu, 26 September 2026 | 04:00

Kepala BNPB Minta Maaf soal Karhutla: Klarifikasi Istilah 'Normal'

Sabtu, 26 September 2026 | 03:46

Selengkapnya