Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Gantikan AS, Pasukan Rusia Gerak Cepat Tengahi Konflik Turki Dan Suriah

RABU, 16 OKTOBER 2019 | 16:19 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Setelah Amerika Serikat cuci tangan dan menarik pasukannya dari Suriah utara, kini Rusia ambil alih posisi tersebut untuk unjuk peran.

Berada di antara pasukan pemerintah Suriah dan pasukan Turki, pasukan Rusia mengisi kekosongan yang telah ditinggalkan pasukan AS pada Selasa (15/10). Pergerakan cepat yang dilakukan Rusia ini guna mengukuhkan perannya di kawasan.

Dimuat Associated Press, sejak 2017 pasukan AS memiliki pos-pos terdepan di Manbij. Setelah Presiden AS Donald Trump menarik semua pasukannya dari sana, sekarang Rusia lah yang menggantikannya.


Menurut Kementerian Pertahanan Rusia, di luar Manbij, pasukan Rusia berpatroli di garis depan antara Turki dan Suriah untuk memisahkan mereka.

Rusia melalui utusannya untuk Suriah mengaku langkah ini dilakukan karena sudah tidak ada yang tertarik untuk menyelesaikan situasi di Suriah. Meski demikian, Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu mengatakan masalah ini adalah kepentingan bersama

"Tidak ada yang tertarik dalam pertempuran antara pasukan pemerintah Suriah dan pasukan Turki," ujar utusan Rusia untuk Suriah, Alexander Lavrentyev.

Menanggapi hal ini, Duta Besar AS untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Kelly Craft mengatakan "sangat prihatin" jika pasukan Rusia berpatroli di antara kedua pihak.

Rusia sendiri dikenal telah menjadi sekutu lama Presiden Suriah Bashar al-Assad. Kedekatan hubungan keduanya membuat Rusia terlibat dalam konflik Suriah sejak 2015. Militer Rusia bahkan mengirim senjata ke Damaskus, melatih ribuan tentara, dan menempatkan penasihat militer untuk Assad.

Sementara itu, terlepas dari langkah Rusia, Turki bersikeras akan menguasai Manbij. "Kami bertekad untuk mendapatkan kendali atas Manbij,"  ujar Wakil Presiden Turki, Fuat Oktay kepada Sky News.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Ini Pesan Denny Indrayana Jelang Putusan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:23

IHSG Melesat 1,21 Persen, Rupiah Jauhi Rp18.000 per Dolar AS

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:12

Menhaj Godok Kunjungan Wisata Jemaah Haji dan Umrah ke Yordania

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:11

Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Sitaan Negara Rp13,2 Triliun di Kejagung

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:09

Penempatan Manajer Sesuai Karakter Wilayah Jadi Kunci Keberhasilan Kopdes

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:04

Komisi III DPR Dukung Perombakan Pejabat Polri untuk Regenerasi

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:58

Komoditas Pangan Jadi Penyumbang Utama Inflasi di Jakarta

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:50

Ferry Juliantono Dorong Kolaborasi Kampus dan Pemda Kembangkan Koperasi

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:44

KPK Ingatkan Nusron Wahid soal Kewajiban Hadiri Panggilan Penyidik

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:40

Penampakan Tumpukan Uang Sitaan Negara Rp13,2 Triliun di Kejagung

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:39

Selengkapnya