Berita

Masinton ingatkan KPK untuk tidak lebay soal pemilihan menteri/RMOL

Politik

KPK Kecewa Tidak Terlibat Pilih Menteri, Masinton: Jangan Kepo!

RABU, 16 OKTOBER 2019 | 15:54 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kecewa tak lagi dilibatkan oleh Presiden Joko Widodo dalam penyusunan kabinet. Padahal, 5 tahun silam mereka diminta untuk ikut membantu Jokowi dalam memilih menteri.

Namun demikian, Anggota DPR RI Masinton Pasaribu justru ingatkan KPK untuk tidak terlalu kepo. KPK tidak perlu banyak tahu soal penyusunan menteri kabinet.

“Penyusunan kabinet itu mutlak otoritas dan prerogatif presiden. Prerogatif itu berarti hak khusus presiden yang tidak boleh dibagi-bagi ke siapapun," ujar Masinton di Media Center DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (16/10).


"Jadi KPK tidak boleh kepo tentang kabinet sekarang siapa yang akan disusun oleh presiden,” imbuh politikus PDI Perjuangan ini.

Menurutnya, Jokowi selaku presiden memiliki banyak instrumen untuk melacak rekam jejak para calon menterinya, tanpa harus lagi melibatkan KPK.

“Jadi secara formal tidak ada masalah kalau presiden tidak melibatkan KPK dan PPATK. Karena presiden punya banyak instrumen untuk melakukan tracking atau rekam jejak terhadap masing-masing anggota kabinetnya nanti,” jelasnya.

Dia menilai KPK tidak dilibatkan lantaran Jokowi telah belajar dari pengalaman pada 2014 lalu. Karena dulu ada 8 nama yang ditandai oleh KPK dan tak jadi diangkat sebagai menteri. Namun, hingga kini status 8 orang yang katanya bermasalah dengan hukum itu tidak jelas.

“Nah, mungkin presiden berangkat dari pengalaman itu. Jadi jangan sampai KPK ini berubah fungsi menjadi komisi penghambat karier,” tukasnya.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

UPDATE

DPR Minta Evaluasi Perlintasan Usai Insiden Tabrakan Argo Bromo-KRL

Selasa, 28 April 2026 | 00:15

KRL Sempat Menabrak Taksi Sebelum Diseruduk KA Argo Bromo

Selasa, 28 April 2026 | 00:04

Kedaulatan Data RI jadi Sorotan di Tengah Gejolak Geopolitik

Senin, 27 April 2026 | 23:46

Tim SAR Berjibaku Evakuasi Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur

Senin, 27 April 2026 | 23:24

Kereta Argo Bromo Tabrak KRL di Bekasi Timur, KAI Masih Investigasi

Senin, 27 April 2026 | 23:10

Heboh Anggaran Baju Dinas Pemprov Sumsel Tembus Rp3 Miliar

Senin, 27 April 2026 | 22:30

Kuasa Hukum Thio: Jangan Korbankan Terdakwa Atas Kesalahan Negara

Senin, 27 April 2026 | 22:28

Rocky Terkekeh Dengar Candaan Prabowo Soal “Disiden” di Istana

Senin, 27 April 2026 | 22:11

Kejati Sumut Geledah Kantor Satker Perumahan Usut Dugaan Korupsi Proyek Rusun

Senin, 27 April 2026 | 22:11

KAI Fokus Evakuasi Penumpang di Stasiun Bekasi Timur

Senin, 27 April 2026 | 22:06

Selengkapnya