Berita

Profesor Salim Said tegaskan masyarakat juga berhak tahu soal kondisi Wiranto/Net

Politik

Salim Said: Masyarakat Harus Tahu Kondisi Wiranto Yang Sebenarnya

RABU, 16 OKTOBER 2019 | 12:43 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Hingga satu pekan insiden penikaman terhadap Menkopolhukam Wiranto, belum ada satu pun konfirmasi resmi dari pemerintah, dalam hal ini tim dokter RSPAD, soal kondisi sang Menteri. Kondisi inilah yang kemudian dinilai memicu munculnya hoax di masyakarat.

Spekulasi soal kondisi Wiranto memang sudah bermunculan. Namun semuanya dipastikan tidak valid. Karena tidak berasal dari sumber resmi.

Oleh karena itu, Guru Besar Ilmu Politik Universitas Pertahanan Indonesia, Profesor Salim Said meminta kepada pihak berwenang untuk segera menginformasikan kondisi Wiranto saat ini.


"Kalau pemerintah, khususnya dokter, tahu kondisi di masyarakat saat ini, harusnya bisa mencegah menyebarnya berita-berita bohong. Masyarakat harus tahu bahwa Pak Wiranto memang ditikam," papar Salim Said saat saat mengisi acara Indonesia Lawyers Club, Selasa malam (15/10).

Salim memang mengakui kalau dokter dilarang memberitahukan kondisi pasien. Tapi, jika kabar soal Wiranto dibiarkan berlarut, justru akan semakin memicu munculnya banyak berita bohong.

"Caranya bagaimana? kita nggak tahu, dibocorin kek. Tapi yang penting masyarakat tahu bahwa Wiranto memang benar-benar ditikam," lanjutnya.

Lebih lanjut, menurut Salim, jika hal ini dibiarkan berlarut, maka kepercayaan masyarakat kepada aparat dan pemerintah akan makin menurun. Karena mereka dibiarkan terombang-ambing

Alhasil, butuh upaya keras dari pemerintah untuk bisa mengembalikan kepercayaan masyarakat. Terutama dari mereka yang merasa tidak pernah didekati Pemerintah.

"Baik mereka yang di DPR maupun Eksekutif, bekerja dengan keraslah agar Anda bisa dipercaya oleh masyarakat. Ini juga untuk menghilangkan persepsi bahwa negara tidak bersahabat dengan Islam," tandasnya.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

Irjen Slamet Uliandi Tersangka Keempat Kasus Penyadapan Telepon Prabowo

Jumat, 06 November 2026 | 02:03

Dzulfikar dan Fuji Abdul Tekankan Intelektualisme Pemuda untuk Pengabdian Bangsa

Jumat, 06 November 2026 | 01:31

Pramono Bertahap Menata Parkir Liar hingga Fasilitas Tanah Abang

Jumat, 06 November 2026 | 01:17

Kalau Hasil Labfor Polri Diragukan, Siapa Lagi yang Mau Dipegang?

Jumat, 06 November 2026 | 01:05

Menjaga Riau dari Ancaman Karhutla Lewat Mitigasi Berkelanjutan

Jumat, 06 November 2026 | 00:32

PPKK Perkuat Pengamanan Kawasan Kemayoran

Jumat, 06 November 2026 | 00:17

Tunjukkan Ijazah di Pengadilan Belum Tentu Akhiri Polemik

Jumat, 06 November 2026 | 00:08

Listyo Sigit Cs Pakai Mesin Sadap Seharga Rp212 Miliar

Kamis, 05 November 2026 | 23:39

Gratis Masuk Ancol Bulan November, Cek Caranya

Kamis, 05 November 2026 | 23:12

Jokowi Menolak Ijazah Diuji Ulang, Pengamat: Apa karena Kapolri sudah Diganti?

Kamis, 05 November 2026 | 23:01

Selengkapnya